Usai Betujahan, 3 Pemuda Kaur Damai

RAWAT: Salah satu korban yang mengalami luka tusuk saat dilarikan ke Puskemas Tanjung Kemuning sebelum mereka berdamai, Selasa (21/4).

TANJUNG KEMUNIG, bengkuluekspress.com – Tiga pemuda bernama Idit (22) warga Desa Padang Kedondong, Bentar (19) pemuda Desa Tanjung Bulan dan adik kandungnya M Abel Perdo (15). Ketiganya warga Kecamatan Tanjung Kemuning akhirnya sepakat berdamai dan menyelesaikan secara kekeluargaan. Padahal ketiganya baru saja berkelahi menyebabkan dua diantaranya mengalami luka tusuk dan satu orang lainnya luka di bagian kepala.

Kesepakatan berdamai ini disampaikan kepada Polsek Tanjung Kemuning beberapa jam setelah perkelahian terjadi di Jembatan Padang Guci Desa Padang Kedondong Kecamatan Tanjung Kemuning Selasa (20/4).

“Ketiganya sepakat berdamai dan tidak akan memperpanjang perkara ini dan menyelesaikannya secara kekeluargaan,”kata Kapolres Kaur AKBP Dwi Agung Setyono S IK MH melalui Kapolsek Tanjung Kemuning Iptu Rabnus Supardi S Sos, Rabu (21/4).

Dikatakan Kapolsek, pristiwa itu terjadi Sekitar pukul 17.45 WIB. Saat itu menjelang berbuka puasa di atas jembatan padang guci. Berawal dari Idit sedang nongkrong dipangkal jembatan tiba-tiba Abel melempar batu kearah besi jembatan dan memantul mengenai sepeda motor milik Idit setelah itu langsung terjadi ribut mulut antara keduanya.

Melihat hal itu kemudian Bentar kakak kandung Abel mengeluarkan Pisau dan langsung menyerang Idit. Melihat kondisi diserang menggunakan pisau Idit menangkisnya akibat kejadian itu tangan Idit mengalami luka. Selanjutnya bentar terus membabi buta menghunuskan pisaunya hal ini meyebabkan mengenai adiknya sendiri yaitu saudara Abel pada lengan kanan dan perkelahian tersebut berlanjut sampai kebawah jembatan.

“Ketiganya yakni Abel mengalami luka tusuk di bagian tangan sebelah kanan, Bentar mengalami luka di bagian kepala sedangkan Idit mengalami luka tusuk di bagian tangan sebelah kiri dan luka lecet di bagian kaki,” terangnya.

Ditambahkan Kapolsek kejadian ini dipicu lantaran Idit tidak terima saat Abel melempar batu dan mengenai motornya sehingga ribut, sementara Bentar marah lantaran adiknya ribut dengan idit dan menyerang idit menggunakan pisau. Pisau bentar mengenai tangan Idit termasuk uuga tangan adiknya lantaran menyerang membabi buta. Namun kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dan diselesaikan secara kekeluargaan.

“Kedua belah pihak tidak ada yang melapor secara resmi ke Polisi sehingga perkara ini diselesaikan secara kekeluargaan. Kondisi ketiganya sendiri sudah mendapatkan perawatan di Puskesmas dan sudah diperbolehkan pulang dan berada di rumah masing-masing,” jelas Kapolsek. (618)