Usai Bacok Leher, Belah Perut Istri

YouTube video

Pelaku Sempat Angkat Jabang Bayi

BENGKULU, Bengkulu Ekspress -Pembunuhan sadis dilakukan Ro (30) warga Jalan Irian, RT 4 Kelurahan Tanjung Jaya Kecamatan Sungai Serut terhadap isterinya Erni Susanti (29) diduga dilatar belakangi masalah keluarga, mereka sering cekcok mulut. Puncaknya pada Kamis (21/2) siang, hanya karena tidak diperbolehkan meminjam handphone korban, pelaku tega menghabisi nyawa Erni menggunakan sebilah parang.

Parang tersebut diduga kuat dipinjam pelaku dari tetangganya. Seperti dikatakan ketua RT setempat Sukamto. Sebelum terjadi kasus pembunuhan, pelaku Ro sempat meminjam parang kerumahnya untuk digunakan membuka kelapa muda. “Dia sempat pinjam parang, katanya untuk buka kelapa muda,” ujarnya.

Parang tersebut akhirnya digunakan untuk menghabisi nyawa Erni. Pelaku menyembunyikan parang dibalik selimut. Saat korban terbangun dari tidur dan kembali cekcok mulut dengan pelaku, pelaku langsung mengambil parang tersebut dan menebas leher Erni yang sedang tiduran diatas kasur.

Setelah itu pelaku sempat mennyayat perut Erni yang sedang mengandung kemudian mengeluarkan jabang bayi. Pelaku langsung melarikan diri dan memberi tahu tetangganya bahwa isterinya melahirnya. “Dia sempat kerumah meminta tolong isterinya melahirnya, tetapi lengannya banyak darah,” jelas Fauzan tetangga pelaku.

Beruntung kondisi bayi bisa diselamatkan. Setelah mendapatkan informasi Erni melahirkan, banyak warga masuk kedalam rumah. Tetapi warga langsung berteriak meminta pertolongan karena yang dilihat sangat mengenaskan. Erni sudah tidak bernyawa dengan luka sabetan benda tajam dibagian leher dan luka mengangga dibagian perut.



Warga melihat bayi yang posisinya tergeletak didekat jendela, tidak jauh dari tubuh Erni. Mereka memanggil bidan yang rumahnya tidak jauh dari rumah korban. Bayi tersebut saat ini sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara Jitra setelah sebelumnya mendapatkan perawatan di klinik bidan. “Bayinya selamat, tapi saya belum bisa memberikan keterangan lebih banyak,” jelas bidan tersebut.

Sering Terdengar Ribut

Sebelum kasus tersebut, antara Ro dan Erni memang sudah sering ribut. Diduga kuat karena pelaku Ro sering bermain judi dengan taruhan besar. Kebiasaan tersebut jelas membuat Erni marah, karena membuat usaha berjualan cabe nyaris bangkrut.

Meski tidak tahu pokok permasalahan keribuatn, tetapi jika sering cekcok mulut diakui oleh Samidi tetangga korban yang rumahnya berada disamping rumah korban. Meski tidak melihat secara langsung tetapi Samidi sering mendengar percecokan antara Ro dan Erni.

Karena keluarga Ro tertutup, kurang bersosialisasi tetangga tidak pernah tahu apa sebenarnyapermasalahan keluarga Ro sehingga mereka sering cekcok mulut. Ro dan Erni diketahui mempunyai dua orang anak, satu anak perempuan berumur 3 tahun dan satu lagi masih didalam kandungan Erni. “Kalau melihat secara langsung tidak pernah, tetapi kalau ribut cekcok gitu sering dengar. Istrinya juga tidak pernah cerita dengan kami,” jelas Samidi.

Saat menyerahkan diri, pelaku Ro yang kondisinya terengah-engah, badan, kaos biru dan celana pendek yang dia kenakan belepotan lumpur dia mengatakan kerasukan makhluk halus. Dia tidak sadar telah menghabisi nyawa isteri dan nyaris membunuh anaknya.”Saya kerasukan pak,” ujar Ro yang langsung ditarik petugas kepolisian menghindari amukan warga.

Sementara itu Kapolsek Teluk Segara, Kompol Jauhari mengatakan pihaknya pertama kali mendapat laporan ada warga meninggal dunia. Setelah dipastikan ternyata informasi tersebut benar, memang ada korban meninggal dunia dengan kondisi bersimbah darah diduga dibunuh. “Untuk motifnya kita belum tahu, pelaku masih dimintai keterangan oleh penyidik Sat Reskrim Polres Bengkulu,” pungkas Kapolsek.(167)