UPTD Membantah

Terpisah, Kepala UPTD Terminal Gunung Ayu Nurhakima kepada BE membantah adanya sisa hutang kepada pihak ketiga itu. “Pembangunan terminal tersebut sudah tidak ada lagi hutangnya, itu udah lunas,” katanya.┬áDijelaskan, pembangunan terminal dilakukan pada tahun 1996 lalu dengan anggaran Rp 5 miliar lebih. Dan semuanya itu sudah dibayarkan pada pihak pemborong. Sehingga saat ini tidak ada lagi sisa hutang yang disebutkan tersebut. Hanya saja dirinya lupa nama rekanan yang menjadi pemborong pembangunan terminal tersebut. “Karena pembangunannya sudah lama, jadi saya lupa, namun sepengetahuan saya tidak ada lagi hutang tersebut,” terangnya yang diiyakan oleh semua karyawan UPTD Terminal Gunung Ayu.

Namun terhadap terminal yang sepi, Nurhakima tidak membantahnya. Karena pihaknya sudah kehabisan cara untuk menertibkan kembali terminal sebagaimana fungsinya. Padahal, kata dia, pada awal difungsikan tahun 1999 lalu, terminal tersebut ramai dimasuki angkutan, baik angkutan dalam kota maupun angkutan antar kota. Namun setahun terakhir ini tidak ada lagi angkutan yang masuk. Dia berharap untuk ke depannya dengan adanya kepala dinas yang baru saja dilantik pada Jum’at yang lalu yakni Novianto S Sos Msi yang sebelumnya menjabat sebagai staf ahli. “Semoga saja dengan adanya kadis baru ini nanti mampu membuat terobosan baru sehingga terminal gunung ayu kembali berfungsi,” harapnya.┬áSedangkan saat BE mencoba konfirmasi kepada Kabid Perhubungan pada Dinas Hubkominfobudpar Sairi Ssos menolak memberikan konfirmasi. Dirinya beralasan kalau dirinya hanya sifatnya sebagai koordinasi sedangkan yang mengetahui kondisi di lapangan adalah UPTD. “Tanyakan saja pada UPTD terminal Gunung Ayu karena dia yang tahu,” elaknya. (369)