UPS Terbakar, Radar Mati, 39 Penerbangan di Bandara Soetta Tertunda

menara kontrol bandara soekarno hattaJAKARTA – Jadwal penerbangan dari dan menuju Bandar Udara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Minggu (16/12), mengalami pergeseran. Penggeseran jadwal penerbangan diakibatkan karena sistem pemanduan udara di menara kontrol Bandara Soetta berupa perangkat Uninterruptible Power Supply (UPS) terbakar.
UPS yang merupakan pendukung pasokan energi listrik ke perangkat komputer pendukung kerja pemanduan pesawat terbakar, Minggu (16/12) sekira pukul 16.55 WIB. Corporate Secretary PT Angkasa Pura II (Persero), Trisno Heryadi mengatakan berdampak pada 39 penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta, tiga penerbangan dialihkan (divert), serta 22 penerbangan menuju Bandara Soekarno-Hatta.

“Sehubungan dengan bergesernya jadwal sejumlah penerbangan (delayed) dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta, pada hari ini, Minggu, 18 Desember 2012, kami atas nama Manajemen PT Angkasa Pura II (Persero) meminta maaf atas ketidaknyamanan yang diakibatkan,”  kata Trisno Heryadi dalam siaran pers, Minggu (16/12) malam.

Ia menambahkan, terbakarnya perangkat UPS juga mengakibatkan gangguan pada sistem pemanduan otomatis Jakarta Automated Air Traffic System (JAATS ) dan membuat sistem tidak dapat bekerja selama 15 menit. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, menara kontrol memutuskan untuk membatasi jumlah pendaratan dan lepas landas di Bandara Soekarno-Hatta, serta melakukan pola pemanduan pesawat secara prosedural (non-radar).

“Tepat pada pukul 17.10 WIB, pasokan listrik terhadap perangkat pemanduan otomatis JAATS telah pulih kembali. Akan tetapi proses start-up pada sistem membutuhkan waktu yang cukup agar dapat beroperasi normal kembali,” terangnya.

Pada pukul 18.05 WIB, sistem berhasil melakukan recovery secara total. Menara kontrol secara bertahap membuka kegiatan lepas landas dan pendaratan setiap 10 menit, selanjutnya dipercepat setiap lima menit.

“Tepat pukul 19.15, seluruh kegiatan operasional penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta telah normal kembali seperti sedia kala,” katanya.

Trisno menjelaskan UPS yang mengalami kerusakan tersebut telah diantisipasi dengan UPS Cyberex. PT Angkasa Pura II telah memprogramkan pengadaan UPS baru yang saat ini dalam proses pengiriman dari Jerman, dan diperkirakan akan tiba ke Indonesia pada pertengahan Januari 2013. Namun ternyata UPS eksisting mengalami masalah terlebih dahulu. “Hingga saat ini, kami masih melakukan investigasi untuk menelusuri penyebab rusaknya UPS,” bebernya.  (boy/jpnn)