Untung Putra Jaya

Pengusaha Restoran Jepang Pertama di Bengkulu

1TINGGAL dan dibesarkan di tengah lingkungan keluarga petani, menjadikan sosok pria yang satu ini benar-benar tahu akan arti kerasnya hidup.  Dia adalah Untung Putra Jaya, putra ke-5 dari 6 bersaudara, anak dari pasangan Rozali dan Ruslaini.  Pria kelahiran Desa Muara Betung, Kecamatan Ulu Musi Kabupaten 4 Lawang Sumatera Selatan ini, lahir pada tanggal 6 Maret 1976.

Gaya hidup keras namun bijak dari kedua orang tua, telah membentuk dirinya sebagai pribadi tegas, disiplin, namun tetap rendah hati. Dari hasil jerih payah itu, waktu pun menuntunnya meraih posisi penting di salah satu instansi Pemerintahan Provinsi Bengkulu.  Tak puas dengan itu, ia pun merambah ke bisnis kuliner masakan Jepang.

“Ini bisnis kuliner pertama saya dan restoran Jepang yang pertama di Bengkulu,” ungkap suami dari Darma Gustini ini.
Baginya, memulai bisnis kuliner bukanlah hal yang gampang. Sebelum memutuskan memilih masakan Jepang, Untung harus melakukan survey saran dan pendapat dari masyarakat Bengkulu.

Dari hasil survey, ternyata masyarakat Bengkulu mulai jenuh dengan makanan jankfood dan restoran daerah yang ada di Bengkulu.  Dan menginginkan ada restoran alternatif yang lain dan menarik.  Akhirnya, niat ingin membuka restoran pun semakin menguat.

Dengan mendatangkan 2 chef dari Bandung, Rukonya yang berada di Jalan P. Natadirja (ex Shafa Sport) Bengkulu ini pun disulap menjadi restoran Jepang. Tanggal, 25 Desember 2012 pun dipilih menjadi hari baik memulai bisnis makanan yang pertama di Bengkulu.

“Alhamdulilah, sambutannya sangat baik. Dengan harga yang sangat terjangkau, masyarakat Bengkulu bisa menyantap makanan Jepang yang sehat,” jelasnya.

Untuk menjaga kualitas makanannya, sebagian bahan utama masakan Jepang ini masih diimpor dari Selandia Baru seperti ikan Salmon. Sedangkan bumbu masakan ini sendiri juga masih didatangkan langsung dari Jepang.  Tak ingin menghilangkan ke-khas-an Indonesia, di restoran ini juga menyajikan makanan Indonesia.  Karena tidak semua orang langsung bisa menerima makanan Jepang tersebut, sehingga ia dampingi terlebih dahulu dengan makanan Indonesia.

2Bicara soal nama restoran, Untung mengaku sengaja mengambil nama Babe. Nama itu sudah tak asing baginya, karena Untung yang sempat menjadi guru di MAN 1 Model, SMAN 4 dan SMAN 5 Kota Bengkulu, akrab disapa Babe oleh anak-anak didiknya.  Dan ada yang menarik dari restoran Jepang ini, meskipun ini merupakan kuliner Jepang, namun semua pelayannya berasal dari Bengkulu kecuali 2 chef.

Selain untuk membuka lapangan kerja, Untung juga ingin membagi kesempatan kerja bagi warga Bengkulu.  Namun sebelum dipekerjakan, para pegawainya sudah terlebih dahulu dibekali pengetahuan melalui program pelatihan yang ia berikan.

“Mereka masih sangat muda-muda dan memiliki semangat yang tinggi. Dengan semangat ini saya optimis, mereka akan lebih maju. Ke depan menjawab keinginan konsumen, kita akan membuat Korea, Chinese dan Indonesia food,” pungkasnya sambil menutup wawancara ini. (pheet)

untung putra jaya

  • Lutung 18 Februari 2013 at 11:13

    Tung…untung siapa elu sih Tung. Karena beruntung aje lu Tuuuuuuung!