Unit Pertama PLTU Bengkulu 2 x 100 MW Sukses Sinkron dengan Jaringan PLN

FOTO IMAN/BE – Kepala Dinas ESDM, Ahyan Endu (berpeci) menarik tuas tanda sinkronisasi PLTU dengan PLN.

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Setelah selama 3 tahun proses pembangunan dari tahun 2016 hingga 2019 ini, Unit pertama PLTU Bengkulu akhirnya sukses melakukan sinkronisasi dengan PLN.

Ekspansi tahap pertama PLTU Bengkulu ini berkapasitas 2×100 Mega Watt. Perayaan suksesnya sinkronisasi ini dilaksanakan di area PLTU Teluk Sepang, Kota Bengkulu, Jumat (15/11/19).

Dalam perayaan suksesnya sinkronisasi PLTU unit pertama dengan jaringan PLN dihadiri Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah yang diwakili Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ahyan Endu, Kepala Dinas Disnakertrans (Ketenagakerjaan dan Transmigrasi) Provinsi Bengkulu, Ir Drs H Sudoto M Pd, serta media lokal dan nasional.

Presiden Direktur Power China Mr Sheng Yuming mengatakan, pembangunan PLTU di Bengkulu karena Bengkulu masih kekurangan energi listrik yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi lokal. Ia mengaku sangat senang ikut berperan serta membangkitkan ekonomi Bengkulu setelah Pembangunan selama 3 tahun.

“Setelah menyelesaikan satu tahap, kami memberikan apresiasi terutama kepada bagian konstruksi projek. Kami berencana akan menyelesaikan proyek ini lebih cepat dari yang direncanakan dan dapat memeberikan kontribusi positif bagi Bengkulu dan masyarakat sekitar,” ucapnya saat menggelar konfrensi pers di Grage Hotel Bengkulu, Jumat (15/11/19).

PLTU Bengkulu didirikan untuk mencapai target pemerintah pusat dalam mencukupi energi listrik di Indonesia. Pada tanggal 10 September 2015, proyek ini memenangkan surat penawaran yang dikeluarkan oleh PLN dengan total investasi senilai USD 361 juta, konstruksi yang dibangun termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara dengan output bersih 2x100MW, saluran transmisi dan transformasi 150kV, dermaga bongkar muat batu bara, dan fasilitas terkait.

Pada tanggal 31 Oktober 2019, unit pertama PLTU Bengkulu 2 × 100MW Indonesia yang diinvestasikan dan dioperasikan oleh Power Construction Corporation of China berhasil direalisasikan dan terhubung dengan jaringan Perusahaan Listrik Negara (PLN), sebagai dasar bagi langkah selanjutnya untuk memasuki operasi yang dapat diandalkan selama 96 jam penuh.

Proyek Bengkulu adalah proyek IPP tenaga termal yang ditenderkan secara terbuka oleh PLN pada tahun 2014. Power Construction Corporation of China dan INTA Indonesia bersama-sama mendirikan PT Tenaga Listrik Bengkulu (TLB) yang bertanggung jawab atas pembangunan dan pengoperasian proyek.

Pembangunan PLTU ini juga telah menciptakan lapangan kerja yang banyak untuk masyarakat lokal. Kedepan pada setiap tahunnya perusahaan ini akan terus ada penambahan lapangan kerja kurang lebih 200 lapangan kerja pada PLTU Bengkulu untuk masyarakat lokal.

Tentunya pembangunan PLTU ini tak lepas dari dampak lingkungan yang sering menjadi permasalahan hingga penolakan dari masyarakat. Namun berkat tekhnologi canggih yang digunakan dalam pembangunan pembangkit listrik ini limbah kimia dibuang kelaut terbuka dan limbah asap pekat disaring menggunakan blower canggih dan mengubahnya menjadi asap putih yang bahkan tak terlihat.

PLTU Bengkulu menggunakan air laut dan diubah menjadi air tawar dengan menggunakan tekhnologi canggih yang sangat mahal dikeluarkan pihak pengelola. Dalam 1 tahun, PLTU Bengkulu menggunakan 1 juta ton batu bara untuk pengoperasian PLTU yang diambil dari batu bara lokal. Perusahaan ini akan dipegang oleh Power China selama 25 tahun sebelum diserahkan kepada pemerinrah daerah.(Imn)