Unihaz Tuan Rumah Rakor Pokdaya

BENGKULU, BE – Universitas Prof Dr Hazairin (Unihaz)  provinsi Bengkulu menjadi  tuan rumah rapat koordinasi Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya),  yang merupakan  program perpanjangan dari Yayasan Damandiri  Prof. Dr. Haryono Suyono.  Rakor  se-Sumbagsel (Sumatera Bagian Selatan) itu dihadiri sejumlah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), seperti  LPPM Musirawas, Syamsul Anwar, IAIN Raden Fattah Palembang, Komarudin, LPPM Bangka Belitung, Maepa Zasari, LPPM Universitas Muhammadiyah Palembang, Mizan, dr Entis Halimi LPPM Unsri dan Nurhaita  LPPM UMB.
Rakor itu dibuka, Rektor Unihaz, Prof Dr H Syanurdin, M.Pd Hari Sabtu (27/9) lalu di ruang senat rektorat, Unihaz Bengkulu.
Diterangkan  Syanurdin, pertemuan itu merupakan forum silaturahmi, komunikasi, informasi, edukasi sekaligus wadah koordinasi kegiatan penguatan fungsi kekeluargaan secara terpadu. Dengan penguatan fungsi ini dimungkinkan setiap keluarga makin mampu membangun dirinya menjadi keluarga sejahtera, keluarga mandiri dan mampu menghadapi tantangan masa depan dengan lebih baik.
”Pembentukan Posdaya guna membantu pemberdayaan keluarga secara terpadu, bahagia dan sejahtera.  Karena perguruan tinggi  berkewajiban memberikan pengabdian sekaligus sebagai pendamping masyarakat, caranya dengan melibatkan mahasiswa dalam kuliah kerja nyata (Kukerta) melalui kegiatan pemberdayaan  Posdaya ini diharapkan  dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat pada peningkatan  kesejahteraan,” kata Syanurdin.
Jadi saat Kukerta (Kuliah Kerja Nyata) mahasiswa tidak hanya terjun kelapangan melakukan pengecatan pagar rumah orang, mengecat pagar mushola. Kegiatan itu hanya  sebagian kegiatan  kecil dari Posdaya, yang penting Posdaya untuk memunculkan  dan potensi yang ada dimasyarakat untuk bisa dikembangkan oleh mahasiswa untuk mengolah menjadi suatu produk yang memiliki nilai ekonomis. Karena saat Kukerta mahasiswa ditempatkan di seluruh daerah di kabupaten/kota termasuk Pulau Enggano. Saat Kukerta para  peserta dapat menunjukkan produk yang mereka pamerkan, dan dibudidayakan dimasyarakat.
“Kukerta itu bukan hanya  menyampaikan laporan, tapi mahasiswa juga harus  memiliki produk yang mereka  peroleh, dan produk tersebut  dipamerkan dalam bentuk bazar, melakukan seminar  dan dibudidayakan dimasyarakat  dan bukan hanya sekedar laporan,  mereka diminta ” terangnya.
Guru besar Unihaz itu, menegaskan  selain membuat program kerja, sekaligus mencari solusi bagaiman marketing dari hasil produksi   potensi yang dihasilkan.
Sementara itu, ketua  panitia Pelaksana Kukerta LPPM Unihaz, Hernowo menuturkan, rakor posdaya  ini merupakan kali pertama di Bengkulu, dan Unihaz sebagai tuan rumahnya. Peserta LPPM yang datang ke Bengkulu diajak meninjau langsung lokasi pokdaya seperti Rejang Lebong, Kepahiang dan Bengkulu Tengah.
Tujuan Pokdaya ini untuk peningkatan  ekonomi masyarakat,  karena Posdaya, lanjutnya, sangat berdampak pada peningkatan IPM, baik melalui perbaikan pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan dan pengembangan jiwa kewirausahaan. Untuk meralisasikan itu semua  tentu harus ada kerjasama dengan  jajaran pemerintah daerah untuk memberikan dukungan atas pembinaan Posdaya sekaligus penjaringan aspirasi masyarakat.
“Pemda harus respek dengan program pemberdayaan ini, apalagi bersinergi dengan program pemerintahan. (247)