UNIB Sosialisasi SNMPTN

 Pelaksanaan sosialisasi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang dilaksanakan panitia SNMPTN Universitas Bengkulu (UNIB), kemarin (18/1).
Pelaksanaan sosialisasi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang dilaksanakan panitia SNMPTN Universitas Bengkulu (UNIB), kemarin (18/1).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Universitas Bengkulu (UNIB), mulai melakukan sosialisasi SNMPTN. Dengan cara mengumpulkan operator, siswa dan wakil kepala sekolah jenjang SMA/SMK/MA sekota Bengkulu. Sosialisasi itu dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Lizar Alfansi SE MBA PhD, Pejabat Pemberi Informasi Daerah (PPID) Alimansyah SIP MPA, dan Kepala Biro Perencanaan Pendidikan dan Kemahasiswaan Dra Proklampiati MM.

Wakil Rektor Lizar Alfansi mengatakan, penerimaan mahasiswa baru pada 2018, tidak ubahnya seperti tahun sebelumnya, yaitu melalui SNMPTN, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Seleksi Penerimaan Masuk Universitas (SPMU) yang dilakukan oleh universitas masing-masing. SNMPTN dan SBMPTN dilaksanakan serntak di 85 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia.

Pendaftaran SNMPTN sudah dimulai sejak 13 Januari 2018. Diawali dengan pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), yang dilakukan pihak operator sekolah. Pengisian PDSS wajib dilakukan oleh sekolah melalui laman https://snmptn.ac.id. https://halo.snmptn.ac.id. Kuota SNMPTN 2018 paling sedikit 30 %, SBMPTN 2018 paling sedikit 30 %, dan Ujian Mandiri paling banyak 30 %.

Persyaratan sekolah SMA/SMK/MA yang dapat mendaftarkan siswanya dalam SNMPTN yaitu bila terakreditasi A berjumlah 50% terbaik di sekolahnya, bila sekolah terakreditasi B maka 30% terbaik di sekolahnya, terakreditasi C yaitu 10% terbaik di sekolahnya, dan terakreditasi lainnya yaitu 5% terbaik di sekolahnya.

“Tahun ini kuota penerimaan mahasiswa baru unib diusulkan 4.100 calon mahasiswa baru,” ungkapnya.
UNIB membuka 44 program studi baru, dan tahun ini akan ada beberapa program studi (prodi) baru.

Sementara itu, PPID yang juga Panlok SNMPTN Alimansyah SIP MPA menegaskan, kegiatan sosialisasi dilaksanakan untuk mengetahui apa saja kendala yang dialami sekolah dalam proses PDSS. Sehingga kendala tersebut dapat didiskusikan dan bertanya ke panitia.

“Sebenarnya dalam laman sudah difasilitasi menu bantuan,” cetusnya.

Terkait kendala bagi sekolah yang belum terakreditasi. Alimansyah menuturkan, sekolah itu tetap mendapat kesempatan dalam mengikuti SNMPTN. Hanya saja kuota yang diberikan hanya 5 persen.

Akreditasi sekolah inipun harus diperhatikan sekolah/madrasah lain terlebih mereka yang reakreditasi. Pasalnya jika tidak segera melakukan klarifikasi reakreditasi, maka akreditasi sekolah yang tadinya mungkin akreditasi A jika kadaluarsa dan tidak disampaikan, maka mendapatkan jatah 5 persen atau sama dengan belum terakreditasi. (247)