Ungkap Dugaan Korupsi Unib

Aksi Mahasiswa dan LSM

BENGKULU, BE – Puluhan mahasiswa Universitas Bengkulu (Unib) yang tergabung dalam Kader Peduli Kampus (KPK) kemarin melakukan aksi demo mengelilingi Unib. Selain sebagai aksi dalam memperingati hari anti korupsi sedunia yang jatuh pada tanggal 9 Desember.

Dalam aksi ini juga mahasiswa mempertanyakan kasus raibnya dana Rp 5,7 miliar yang kasusnya sudah ditangani Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Bengkulu yang hingga saat ini mereka belum mengetahui hasilnya, serta mereka juga mempertanyakan beberapa kasus dugaan korupsi yang ada di Unib.

“Selama ini beredar isu kalau di Unib ada korupsi.  Dengan ini kita menyadarkan kawan-kawan yang lain bahwa hal tersebut bukan hanya sekadar isu tapi memang kenyataan,” ungkap Feris Ahmadi Koordinator lapangan.

Dalam aksi ini mereka menuntut agar kasus-kasus tersebut ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku dan bukan hanya sebagai wacana-wacana saja. Selain kasus raibnya dana Rp 5,7 miliar kasus-kasus lainnya yaitu 8 miliar bantuan bencana dari Indosiar yang tidak tau kejelasannya.

Aksi mahasiswa ini dimulai dari simpang gedung Batik kemudian menuju perempatan GB yang kemudian mereka menuju rektorat.  Sesampainya di rektorat mereka ditemui langsung oleh Pembantu Rektor II Prof Dr H Wachidi MPd didampingi Kasubag Kemahasiswaam dam Kepala Biro AAKPSI Dra Proklampiati.

Di hadapan mahasiswa, PR II mengatakan dalam waktu dekat semua  temuan BPKP akan disampaikan.   “Dalam dua hari kedepan kita akan laporkan semua temuan BPKP, serta saya sepakat dengan apa yang dilakukan adik-adik mahasiswa untuk memberikan dukungan kepada pimpinan dalam menyelesaikan semua masalah ini demi kebersihan Unib,” ujar Prof. Wachidi.

Setelah mendapat penjelasan dari PR II peserta aksi lalu meninggalkan gedung rektorat untuk melanjutkan aksi mereka mengelilingi Unib.  Dalam aksi ini mahasiswa juga melakukan teatrikal yang menggambarkan saat ini hak-hak mahasiswa dikebiri dan banyak mahasiswa yang hanya diam saja, hanya belajar saja, tanpa kritis terhadap apa yang terjadi di lingkungannya.  “Jika dalam waktu sebulan tidak ada penjelasan dengan apa yang kami pertanyakan, kami akan melakukan aksi susulan hingga semua masalah ini jelas,” pungkas Feris.

Gabungan LSM Demo
Aksi memperingati hari Anti Korupsi juga dilakkan ratusan orang yang berasal dari dua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yaitu Garda Rafflesia dan Lembaga Peduli Hukum Bengkulu (LPHB).  Mereka melakukan aksi demo di Simpang Lima.

Aksi ini mereka awali dengan berjalan dari Simpang Jamik menuju Simpang Lima Kota Bengkulu.   Dalam aksi ini mereka membawa beberapa buah spanduk yang bertuliskan kecaman dan ajakan untuk tidak melakukan korupsi seperti jangan sampai korupsi meraja lela, usut tuntas kasus korupsi di Bengkulu dan masih banyak lagi.

Sesampainya disimpang lima mereka melakukan orasi, saat orasi direktur eksekutif LSM GardaRafflesia, Fery Ardian “meneriakkan hukum mati koruptor” dan langsung disambut teriakan oleh seluruh peserta ” Hukum mati koruptor”. Baik Fery Ardian maupun Achmad Tarmizi Gumai SH MH yang juga sebagai Direktur LPHB mengatakan yang menjadikan negara kita terpuruk tidak lain adalah semakin merajalelanya korupsi di negara ini.

“Sekarang korupsi ada dimana-mana , namun penyelesaiiannya sangat lambat bahkan menghilang,” ujar Achmad Tarmizi Gumai.
Ia menjelaskan Korupsi yang terjadi di Bengkulu dan belum ada penyelesaiannya antara lain Kasus Bupati Bengkulu Selatan, Kasus Novel Baswedan, Kasus Rumah Sakit Umum M Yunus, kasus ini merupakakn kasus publik, semua itu harus segera diselesaikan.  Ia berharap ada action langsung dari aparat penegak hukum jangan hanya berpolemik di media saja.

“LPBH siap membantu aparat penegak hukum untuk memberantas korupsi yang ada di Provinsi Bengkulu,” tambah Achmad
Setelah melakukan aksi di Simpang Lima mereka menuju Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bengkulu yang berada di Bentiring.

Mereka menyampaikan dukungannya kepada KPU dalam pelaksanaan Pilwakot putaran kedua.  Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian yang dipimpin langsung oleh Kasat Ops Polres Bengkulu. (cw2)