UNBK Paket B Tanpa Kendala

ENDANG/Bengkulu Ekspress Pelaksanaan UNBK paket B di SMPN 2 secara lesehan berjalan lancar.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Pelaksanaan Ujian Nasional Bebasis Komputer (UNBK) program kesetaraan tingkat SMP atau paket B di Kota Bengkulu diikuti 636 peserta dari 27 lembaga. UNBK ini berlangsung selama tiga hari, mulai 10-12 Mei 2019 yang digelar di 10 sekolah pelaksana.  “Alhamdulillah UNBK paket B sudah selesai, dan berjalan lancar, ” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, Dra. Rosmayetti MM melalui Kasi Antar Lembaga Bidang Paudni, Jayadi, kemarin.

Pelaksanaan Ujian Nasional berbasis Komputer paket B bertujuan untuk memberikan kesempata pada mereka yang putus sekolah. Dalam pelaksanaannya masih menumpang pada sekolah reguler yang telah memiliki fasilitas komputer.  Diakui Rosmayetti, dalam ujian ini masih ada peserta yang tidak hadir, mengingat mereka sebagian telah bekerja dan tidak mendapatkan izin dari tempatnya bekerja.

“Harapan ke depan perusahaan dapat memberikan peluang dan izin bagi para peserta didik,” harapnya.

Di sisi lain, Proktor UNBK di SMPN 2 Kota Bengkulu, Apriani Weda Densi menuturkan, dalam pelaksanaan UNBK paket B, para peserta belum melek teknologi. Masih banyak peserta yang mengikuti UNBK gagap teknologi (Gaptek) sehingga dalam pelaksanaan UNBK dibantu proktor sekolah untuk bisa login.  “Peserta UNBK sebagian sudah tidak muda, mereka banyak yang belum bisa dan paham mengoperasikan komputer,” ungkap Densi.

Kurang pahamnya peserta ujian paket B bisa dimaklumi, selain tidak dikenalkan dengan teknologi komputer, mereka juga tidak diberikan simulasi. Sehingga dalam pelaksanaan ujian, peserta terlihat gugup, demi kelancaran proktor terpaksa turun tangan membimbing para peserta untuk bisa login pada soal-soal ujian.  “Ada beberapa peserta yang benar-benar belum pernah mengenal komputer, kita ajari bagaimana cara memegang mouse hingga mengetik nama pada komputer, ” jelasnya.

Ada dua mata pelajaran yang diujikan dihari pertama, yaitu Bahasa Indonesia dan Pendidikan Kewarganegaraan (Pkn), dihari pertama tingkat kehadiran peserta sangat minim. Dari 49 peserta, yang hadir hanya 12 orang, sisanya tidak diketahui keteranganya.

Sementara itu, Ketua Forum PKBM Bengkulu, Suryadi tak menampik kurang pahamnya peserta dalam mengoperasionalkan komputer. Selain peserta sudah usia tidak muda, mereka hanya mengandalkan semangat untuk bisa belajar dan memperoleh ijazah.

Lebih lanjut dikatakan Suryadi, peserta UNBK paket B diikuti 636 peserta, dari 27 lembaga PKBM, dari jumlah tersebut dihari pertama diprediksi mencapai 60%. Berkaca pada pelaksanaan UNBK paket C, banyak peserta yang tidak mendapatkan izin dari tempatnya bekerja, biasanya ada yang tidak hadir karena lupa.  “Yang tidak hadir didominasi peserta yang sudah bekerja, bisa juga sengaja tidak hadir, ” katanya.

Pantauan Bengkulu Ekspress di SMPN 2 Kota Bengkulu, sejumlah peserta tampak serius mengerjakan soal yang ada di komputer. Mereka melaksanakan ujian dengan cara lesehan, dengan jarak antar peserta kurang lebih setengah meter.  Salah satu peserta UNBK, Eka Suprianti (42), mengaku gugup saat melaksanakan ujian berbasis komputer. Ia mengaku kesulitan dalam mengoperasikan komputer sehingga terpaksa dibimbing operator.  “Iya saya tadi bigung mau ngetik bagaimana, soalnya saya baru ini megang komputer, ” cetusnya.

Walau gugup, ia bersyukur sudah bisa mengerjakan soal dengan baik. Ia beralasan mengikuti ujian nasional untuk bisa mendapatkan ijazah sebagai pelengkap berkas melamar pekerjaan. (247)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*