UNBK Hari Pertama Lancar

YouTube video

Satu Sekolah Menginduk

BENGKULU TENGAH, Bengkulu Ekspress – Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) berlangsung sukses dan lancar, Senin (25/3) kemarin. Tak ada gangguan jaringan maupun pemadaman listrik selama ujian berlangsung. Begitupula dengan para peserta, dari total 197 orang peserta ujian SMK se-Kabupaten Bengkulu tengah, semuanya hadir.

Terdiri dari 83 siswa dari SMKN 2 Bengkulu tengah, 48 orang siswa di SMKN 1 Bengkulu tengah di Desa Sekayun Kecamatan Bang Haji, 10 orang siswa SMKN 3 Bengkulu tengah di Desa Talang Tengah Kecamatan Pondok Kubang serta 36 siswa SMK IT di Desa Durian Demang Kecamatan Karang Tinggi. Memastikan agar pelaksanaan ujian berlangsung lancar, Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Provinsi Bengkulu langsung meninjau salah satu sekolah penyelenggara UNBK, yakni SMK Negeri 2 Kabupaten Bengkulu tengah yang berlokasi di Desa Srikaton, Kecamatan Pondok Kelapa.

“Aktivitas monitoring ke sekolah-sekolah ini untuk memastikan pelaksanaan ujian belangsung aman, lancar dan tertib. Diharapkan, pelaksanaan ujian tak ada kendala hingga hari terakhir dan seluruh peserta bisa mendapat hasil yang baik,” kata Kepala Dinkas Provinsi Bengkulu.

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Kabupaten Bengkulu tengah, Drs Arif Rahman Paksi MPd menegaskan, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan matang agar ujian berlangsung lancar dan sesuai harapan. Mengantisipasi terjadinya pemadaman listrik, pihak sekolah sudah menyiapkan 1 unit mesin genset berukuran besar yang disewa dari pemilik usaha organ tunggal.



UNBK akan belangsung selama 4 hari, yakni pada tanggal 25-28 Maret 2019 untuk jenis mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan Kejuruan. Setiap hari, ujian dibagi menjadi 3 sesi yang dimulai sejak pukul 08.00-16.00 WIB. “Sekolah sudah menyiapkan sebanyak 45 unit perangkat komputer untuk digunakan peserta ujian. Sebab itulah, mesin genset berukuran sangat diperlukan ketika aliran listrik dari PLN terputus,” jelas Arip yang juga Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Bengkulu tengah ini.

Secara keseluruhan, jelas Arip, hampir semua SMK sudah melaksanakan UNBK. Terkecuali SMKN 3 Kabupaten Bengkulu tengah yang memiliki keterbatasan perangkat komputer serta koneksi internet yang kurang bagus. “Kerana jaringan internet tak mendukung, siswa SMKN 3 Kabupaten Bengkulu tengah terpaksa menginduk ke SMKN 2. Agar tak terjadi kecurangan, kami menggunakan sistem pengawasan silang atau melibatkan guru dari sekolah lain untuk memantau UNBK di sekolah penyelenggara,” tandas Arip.(135)