UNBK Bengkulu TercorengAksi Curang Lima Siswa

==ILUSTRASI==

Nilai Pelaku Langsung Nol

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2019 tingkat SMA/SMK di provinsi Bengkulu sudah berakhir. Pengumuman kelulusan pun sudah dilakukan.  Sayangnya, berdasarkan data kecurangan yang dilansir Irjend Kemdikbud, pelaksanaan UNBK di 26 provinsi melakukan kecurangan. Salah satunya Bengkulu, terverifikasi terdapat kasus kecurangan.

Pelanggaran/kecurangan UNBK tersebut dilakukan oleh siswa saat UNBK berlangsung. Siswa tersebut telah menyalahi Prosedur Operasional Standar (POS), secara otomatis siswa bersangkutan memperoleh nilai nol. Terkait pelanggaran/kecurangan UNBK tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan provinsi Bengkulu, Drs. Budiman Ismaun M.Pd tak menampiknya.

“Dari 150 an pelanggaran UNBK, Bengkulu tercatat ada lima pelanggaran, ” ungkapnya saat ditemui Bengkulu Ekspress, di ruang kerjanya, kemarin (16/5).

Dikatakanya, pelanggaran UNBK tersebut diketahui saat rapat evaluasi penerimaan hasil UN di Jakarta, saat itu seluruh provinsi yang terdapat kecurangan dibeberkan. Pelanggaran kecurangan UN tersebut bisa terdeteksi langsung oleh pihak Kemendikbud dengan penelusuran jejak digital. Kecurangan dilakukan di Bengkulu terekam jejak digital dimana siswa diduga membawa handphone dan meminta bantuan jawaban ke pada siswa di luar kelas.

“Semua rekam perbincangan hingga perangkat handphone terekam, tidak hanya itu identitas siswa serta sekolah-nyapun mudah ditemukan oleh panitia UN pusat, ” katanya.

Akibat tindakan curang tersebut peserta bersangkutan mendapat nilai nol. Hal ini sebagai bentuk sanksi bagi siswa yang telah melakukan tindakan melanggar Prosedur Operasional Standar (POS). Selain peserta, pengawas yang bertugas saat itupun dikenakan teguran karena tidak melakukan tugasnya.

” Ini menjadi evaluasi serius bagi Disdik, kedepan peserta tidak boleh main-main dalam mengikuti UNBK, karena begitu membawa hanphone dan perangkat lain yang melanggar POS kedalam kelas dan melakukan tindakan curang seperti nyontek, maka secara otomatis nilainya langsung nol, ” katanya.

Tak disebutkan peserta yang mendapat nilai nol dari sekolah mana saja, namun jumlahnya ada lima orang tersebar di sejumlah sekolah favorit di Bengkulu. Budiman juga telah memanggil orang tua siswa, sehingga dapat diketahui duduk permasalahanya kenapa anaknya mendapat nilai nol.

“Dan setelah kita beberkan maka orang tuanya pun hanya pasrah atas perilaku anak-anaknya. Secara akademik, anaknya pintar bahkan mendapat nilai sempurna (100). Mungkin kurang percaya diri sehingga melanggar aturan, ” katanya.

Ia berharap dengan kejadian seperti ini menjadi perhatian serius bagi peserta ujian. Karena walau tidak ketahuan oleh panitia di Bengkulu, dapat terdeteksi menggunakan satelit yang langsung terkoneksi ke panitia UN pusat, tandasnya. (247)