UN, Siswa Tingkatkan Ibadah

Winarko SPdBENGKULU, BE – Menghadapi ujian nasional (UN) mendatang, banyak sekolah mengadakan kegiatan keagamaan. Seperti Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Iqra’ Bengkulu, yang mewajibkan siswanya untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
“Manusia hanya bisa berusaha dan berdoa, namun Tuhanlah yang menentukan. Agar usaha kita diberkahi dan keinginan kita terealisasikan, kita harus mendekatkan diri kepadaNya melalui ibadah,” demikian dikatakan oleh Winarko SPd, kepala SMPIT Iqra’, kepada Bengkulu Ekspress, kemarin.
Dijelaskannya, para siswanya diwajibkan meningkatkan ibadah, diantaranya adalah melakukan sholat malam atau tahajjud agar hajat kelulusan siswa bisa tercapai. Selain itu, para siswa juga diwajibkan melakukan sholat berjamaah di masjid, puasa Senin dan Kamis, meningkatkan intensitas Infaq, serta ibadah-lainnya.
“Hal ini juga untuk membiasakan, serta melatih para siswa,” imbuhnya.
Dikatakan Winarko, selain meningkatkan target keagamaan tersebut, SMPIT juga memberikan tambahan belajar bagi para siswanya. Winarko mengatakan, para siswa juga diberi pelajaran intensif atau membahas soal UN. Hal tersebut, bertujuan agar para siswa terbiasa dan tidak merasa gugup lagi saat menghadapi UN yang tak lama lagi berlangsung.
“Pembelajaran intensif dan tambahan belajar juga ada,” ungkapnya.
Selain itu, dia menyampaikan, para siswa juga diberikan motivasi. Setiap dua bulan sekali, para siswa diberikan waktu untuk melakukan kegiatan bersama. Hal tersebut, bertujuan untuk menyegarkan para siswa, agar tidak terlalu tertekan dalam menghadapi UN. Adapun kegiatannya, berupa bermain sepeda bersama, berenang bersama, outbound, dan sebagainya.
“Dengan semua usaha dan ikhtiar tersebut, semoga para siswa bisa lulus 100 persen,” harap Winarko.

Puasa Nabi Daud
Hal yang sama juga dilakukan di MTS Ja-Al Hak, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu. Para siswa di sekolah ini menggelar puasa 40 hari dalam rangka menghadapi UN mendatang. Dijelaskan Kepala Sekolah MTS Ja-Al Hak, Nurlia Latifah, puasa 40 hari tersebut merupakan ajaran Nabi Daud.
Bukan hanya berpuasa, siswa juga akan melakukan tahajud bersama, berdoa agar diberikan kemudahan untuk menghadapi UN. “Selain itu, kita juga tetap menambah pengetahuan siswa dengan mengadakan penambahan jam belajar untuk mata pelajaran yang akan diuji nanti,” tegas Nurlia. (cw5)