UMB Terus Berbenah

Kampus III Diresmikan

BENGKULU, BE – Civitas akademika UMB (Univestitas Muhamadiyah Bengkulu) diingatkan mengevaluasi diri sejak muncul teror bom melalui SMS beberapa waktu lalu. Sekalipun tidak terbukti tetap harus diambil hikmahnya untuk perbaikan bersama. Ini diungkapkan Ketua Pengurus Wilayah Muhammadyah (PWM) Bengkulu H Syukran M, kemarin (29/5) saat memberikan sambutan dalam peresmian Kampus III UMB, di jalan S Parman, Kota Bengkulu. “Peristiwa itu membuat warga Muhammadiyah was-was, Alhamdulillah rektor sudah ambil tindakan yang bijak. Tetapi, mari kita ambil hikmahnya, maksudnya baik (teror) mengingatkan, yang salah itu caranya,” ujar Syukran.
Teror di kampus UMB terjadi pada Senin (21/5) yang dilakukan oleh orang yang belum diketahui identitasnya. Teror tersebut berasal dari nomor 087801614032, berbuyi, “Muhammadiyah Bengkulu Kampus Islam yang tidak mencerminkan agama islam, banyak mahasiswa yang berprilaku kafir, Selasa 22-23 mei 2012 kami akan menghancurkan kampus Muhamadiyah Bengkulu. Bom bunuh diri ada di sekitar Bengkulu, Kami rela mati demi nama islam Allahhuakbar 3x.”
Syukran menegaskan kalimat dalam SMS tersebut ada nasihat yang harus diambil. Misalnya saja perilaku sebagian mahasiswa yang belum islami. “Memang kita sadari, kadang prilaku anak-anak kita masih sulit diarahkan. Seperti Fakultas Teknik, sering ribut di saat salat zuhur,” ujarnya.
Ia mengajak semua pihak bersama-sama memperbaiki diri dan melakukan perbaikan secara menyeluruh. Mencari hikmah di balik peristiwa teror bom tersebut dengan mengamalkan amar ma’ruf nahi munkar. “Karena Muhammadiyah mengedepankan Amar ma’ruf nahi munkar, untuk kebaikan bersama,” ujarnya.
Rektor UMB DR Kharil MPd mengatakan bahwa UMB semakin mengalami kemajuan. Tetapi ia mengakui masih banyak kekurangan dan kelemahan.
“Kalau ada kekurangan mari kita perbaiki bersama. Tidak perlu melakukan teror bom bunuh diri. Hanya menimbulkan keresahan, mertobatlah (pelaku) teror bom bunuh diri, sebelum kiamat,” ujarnya.
Ia sendiri mengaku telah mengidentifikasi 5 orang yang diduga pelakukan teror. Pasalnya akhir-akhir ini banyak provoksi di dalam kampus UMB. “Ada yang SMS ngajak demo, karena takut gaji tidak dibayar akibat pembangunan gedung. Insya Allah-lah tidak akan sampai gaji tidak dibayar, mari kita berdoa bersama agar UMB semakin maju,” ujarnya.
Di sisi lain, peresmian Kampus UMB III dilakukan oleh Pengurus Pusat Majelis (PPM) Pendidikan Tinggi (Dikti) Muhammadyah DR Chairil Anwar MPd. Peresmian tersebut seharusnya dilakukan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Hatta Rajasa tetapi batal hadir karena mendadak rapat kabinet. Pembangunan Kampus III UMB tersebut telah menghabiskan miliaran rupiah. Tanah dan gedung di Jalan S Supratman tersebut dibeli dengan harga Rp19 miliar. Kemudian renovasi gedung bertingkat 4 itu mencapai Rp 4,8miliar. Untuk melengkapi laboratorium kesehatan di kampus tersebut, masih dibutuhkan anggaran sekitar Rp 3 miliar.
Pengurus Pusat Majelis (PPM) Pendidikan Tinggi (Dikti) Muhammadyah DR Chairil Anwar MPd dalam studium generalnya menyampaikan agar Muhammadiyah membawa perubahan bangsa Indonesia dengan tidak meninggalkan jati dirinya. “Gerakan islam dengan melakukan Amar ma’ruf nahi munkar, agar tetap dilakukan ditengah-tengah bangsa Indonesia. Muhammadyah harus membawa perubahan, tetapi tidak meninggalkan jati diri dan budaya bangsa,” katanya. Modal sebagai negara demokrasi menjadikan bangsa harus lebih baik. “Karena tidak ada kepemimpinan dinasnti di negeri ini. Siapa saja boleh mencalonkan diri menjadi pemimpin,” katanya.(100)