UMB Rayakan Milad ke-28 Momentum Introspeksi dan Memacu Kinerja

REWA/Bengkulu EkspressKetua Senat sekaligus Rektor UMB, Dr Sakroni MPd didampingi wakil rektor dan dekan saat menghadiri rapat senat di Kampus 4 UMB, kemarin (20/6).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) merayakan milad (hari jadi) ke-28 di Kampus IV UMB Kota Bengkulu, Kamis (20/6). Milad tersebut diharapkan dapat menjadi wahana untuk mengintropeksi diri sehingga mampu memacu kinerja dan membuat UMB menjadi kampus swasta nomor satu di Bengkulu dan Sumatera.

Rektor UMB, Dr Sakroni MPd mengatakan, melalui milad ini pihaknya berharap seluruh civitas akademi kampus UMB bisa bersama-sama ikut melakukan introspeksi diri. Melihat sisi kelemahan dan kekuatan sebagai landasan dan langkah yang membawa kemajuan UMB kedepannya.



“Harapan kita pada milad ini dijadikan sebagai wahana untuk intropeksi dimana kekuatan kita, dimana kelemahan kita dan kedepan kita akan dikomplekkan untuk mempercepat pembangkitan kemajuan UMB,” kata Sakroni.

Beberapa program pembangkitan yang akan dilakukan oleh UMB diantaranya pengembangan program studi, fakultas, dan universitas. Salah satunya mendorong peningkatan akreditasi dan pengembangan kegiatan kemahasiswaan khususnya tentang pengembangan kemampuan diluar program studi. “Dengan mendorong peningkatan akreditasi dan pengembangan kegiatan kemahasiswaan diluar program studi maka kedepan UMB akan benar-benar menjadi salah satu universitas terbaik di Bengkulu,” ujar Sakroni.

Pasalnya hingga saat ini, masih sedikit universitas di daerah yang peduli terhadap pengembangan kegiatan kemahasiswaan diluar program studi. Padahal mahasiswa tidak hanya diharuskan menguasai keilmuan secara teoritis di kampus, namun juga harus dibekali dengan soft skill yang di latih dengan interaksi sosial salah satunya dengan berorganisasi.

“Mahasiswa itu harus diberikan pengembangan diluar prodi di antara mereka sendiri harus ada aktivitas saling menguatkan salah satunya softskill, karena sekarang tidak hanya ilmu di bangku kuliah saja, tetapi softskill dan keterampilan juga harus ditingkatkan untuk dunia kerja,” kata Sakroni.

Untuk itu, pihaknya akan memacu dosen untuk memfasilitasi seluruh kemampuan di luar program studi agar bersama-sama mengembangkan softskill mahasiswa. Sebab sisi ini diyakini mamapu menjadi jembatan untuk mendapatkan tempat bekerja yang baik kedepannya.

“Kita berharap dosen bisa mendorong mahasiswa untuk mengembangan soft skill dan pada yang akan datang banyak mahasiswa yang bisa memiliki jati diri dan menjadi orang yang berhasil,” tutupnya.(999)