Umat Hindu di Bengkulu Utara Rayakan Kuningan Secara Bergilir

APRIZAL/BE
Umat Hindu Kabupaten BU melaksanakan Persembahyangan Hari Raya Kuningan, Sabtu (24/4)

ARGA MAKMUR,bengkuluekspress.com – Dengan terus melonjaknya kasus covid-19 di Kabupaten Bengkulu Utara (BU). Pelaksanaan persembahyangan Hari Raya Kuningan di Kabupaten Bengkulu Utara (BU) dilakukan secara bergilir dengan pembatasan jumlah umat dan pengaturan jaga jarak untuk menghindari penyebaran Covid-19. Salah satunya di Pura Dalem Banjar Adat Dharma Shanti yang berada di Desa Rama Agung Kecamatan Arga Makmur, dimana untuk persembahayangan di pura dalem ini dilaksanakan dua sesi dan jumlahnya pun dibatasi hanya 50 orang.

Sekretaris Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten BU Nyoman Karwiyanto, saat ditemui BE usai melaksnakan sembahyang di Pure Dalam di Desa Rama Agung Kecamatan Arga Makmur, Sabtu (24/4), mengatakan, bahwa pembatasan ini dilakukan bukan hanya di banjar adat yang ada di Kecanatan Arga Makmur, namun seluruh banjar adat yang ada. Tentu hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya mencegah terjadinya kerumunan. Dimana untuk diketahui saat ini angka kasus covid-19 saat ini kembali melonjak tinggi.
“Ya, untuk mengantisipasi adanya kerumunan, dalam perayaan hari raya kuningan ini kita buat dua sesi untuk persembahyangannya. Dimana untuk sesi pertama dipukul 09.00 Wib dan sesi kedua pukul 10.30 Wib,”kata Nyoman.

Nyoman menambahkan, kendati pelaksnaannya dibagi beberpa sesi serta dilaksanakan secara sederhana, perayaan tetap berlangsung khidmat. Selain itu juga perayaan hari raya kuningan tahun ini adalah moment istimewah dirasakan umat hindu, lantaran merayakan bertepatan pada bulan suci ramadhan.
“Tetap berjalan khidmat meski adanya batasan yang dilakukan, serta hari raya ini juga sangat spesial karena berbarengan bulan suci ramadhan,”ungkapnya.

Nyoman juga berharap dengan bencana non alam yakni pademi covid-19 yang terjadi saat ini ini merupakan teguran dari tuhan untuk mengingat kembali agar masyarakat dapat menjaga harmonisasi hubungaan, antara manusia dengan tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan lingkungan.
“Kejadian ini adalah teguran dari tuhan yang maha kuasa, agar kita sesama manusia, agar lebih menjaga harmonisasi antar sesama terutama dengan sang maha pencipta semiga pandemi ini segera berakhir,”tandasnya.(127).