Ulat Bulu Masih Menyerang

BENGKULU, BE – Ribuan ulat bulu yang muncul RT 10 RW 4 Kelurahan Malabero Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu masih menyerang rumah warga, bahkan ulat bulu tersebut mulai merambat masuk kedalam meja makan dan kamar tidur pada malam hari. Ulat nulu ini masuk kedalam rumah melalui ventilasi atau bagian bawah pintu yang tidak rapat. “Sampai hari ini (kemarin, red) ulat bulunya terus merayap masuk kedalam rumah warga, bahkan jumlahnya semakin bertambah,” kata ketua RT 10, Andri. Ia menjelaskan, dengan munculnya ulat bulu tersebut pada malam hari membuat beberapa warga tidak bisa tidur nyeyak seperti biasanya, karena khawatir ulat bulu tersebut masuk kedalam rumah dan menyentuh pakaian. “Kalau malam-malam warga banyak mengelilingi rumahnya dengan menggunakan senter, jika ada ada ulat bulu yang mulai merayap kedinding, maka langsung dibunuh,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sejauh ini kemunculan ulat bulu tersebut telah berdampak kepada manusia, yakni kulit menjadi gatal dan berakhir seperti penyakit kulit berupa kurapan. “Sudah banyak yang kulitnya gatal-gatal akibat terkena bulu ulat tersebut,” bebernya. Namun ia sangat menyayangkan sikap pemerintah yang seolah-olah tidak mau tahu dengan kemunculan ulat berbisa tersebut, padahak ia telah memberikan laporan kepada pihak kelurahan Malabero beberapa hari lalu. “Saya sudah melaporkan kejadian ini ke Kelurahan, tapi hingga saat ini belum ada tindakan dari pemerintah terkait,” sesalnya. Untuk itu, ia meminta agar pemerintah tanggap dengan ulat tersebut sebelum jatuh korban dan sebelum terlalu merambat ke rumah warga lainnya. “Sebelumnya 15 rumah yang sudah diserang, tapi hari ini ada 3 warga yang melapor bahwa rumahnya juga ikut diserang ulat bulu. “Jika tidak segera diatasi, maka penyebaran ulat ini bisa merambat ke seluruh rumah warga di RT 10 ini,” ungkapnya. Ia menyampaikan bahwa berbagai upaya telah dilakukan warga untuk memusnahkan atu mengusir ulat tersebut, seperti menyiram oli disekeliling rumah, melakukan penyemprotan, namun usaha tersebut tidak membuahkan hasil. “Yang berhasil mengatasi ulat hanya dengan dibunuh menggukan kayu, tapi setelah itu lagi,” tuturnya. Dilanjutkannya, ulat tersebut biasa muncul mulai pukul 5 sore hingga malam dan pagi hari. Namun sekitar pukul 08.00 WIB, atau matahari mulai terasa panas, maka ulat tersebut kembali menghilang dan muncul lagi pada sorenya. Bukan Wabah Sementara itu, menurut pihak Dinas Pertanian dan Peternakkan (Distanak) Kota Bengkulu, serangan ulat bulu tersebut tidak membahayakan. Kadistanak Kota Bengkulu, Ir Arif Gunadi, mengatakan, ulat bulu yang mulai memasuki kediaman warga tersebut, dikarenakan kondisi alam. Sehingga bukan merupakan wabah sebagaimana yang terjadi pada tahun sebelumnya.

Dikatakan Kadistanak, pihaknya sudah mengetahui adanya serangan ulat bulu di Kelurahan Malabero. Hanya saja dalam hal ini, ada beberapa faktor yang menyebabkan hewan tersebut mendekati kediaman warga. “Setelah kita perhatikan, ulat bulu yang masuk ke rumah warga berasal dari semak-semak sekitarnya. Karena itu memang merupakan lokasi dari ulat bulu untuk berkembang biak, jadi hal tersebut bukan suatu wabah,” katanya. Dilanjutkannya, untuk memusnahkan serangan ulat bulu tersebut, pihak Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bengkulu hari ini akan menyiapkan tim untuk melakukan pemantauan lebih lanjut. Sehingga masyarakat setempat, tidak digelisahkan atas kehadiran ulat bulu yang sudah masuk kedalam rumah. “Jadi tinggal memusnahkan ekositemnya saja, yaitu semak-semak tadi. Jika warga ingin memusnahkannya, maka semprot saja semak-semak di sekitar pemukiman. Selanjutkan berupaya untuk membersihkan lingkungan,” ungkapnya. Arif juga mengatakan jika pihaknya tidsak akan melakukan penyemprotan, namun bantuan pestisida akan diberikan. “Besok (hari ini, red) kita akan menyerahkan bantuan pestisida kepada warga setempat. Jadi kita tidak melakukan penyemprotan, cukup dengan pestisida saja,” pungkasnya. (400/160)