Ujian Praktik SMKN 2 Bengkulu Tatap Muka

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Tahirun.

BENGKULU, BE – Penilaian Tengah Semester (PTS) atau dikenal dengan ujian tengah semester di sejumlah Sekolah Menengah kejuruan (SMK) mengalami dilema. Ditengah pandemi covid-19, proses pembelajaran dilakukan secara daring (dalam jaringan) atau pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dari 2 opsi itu SMKN 2 melaksanakan pembelajaran tatap muka untuk kegiatan praktikum atau Ujian Kompetensi kejuruan. Karena, tidak bisa dilakukan secara daring dan harus praktik langsung di laboratorium sesuai dengan jurusan.

“Sekolah sempat dilema dengan kondisi siswa selama pandemi covid-19. Apalagi saat ujian siswa harus mempraktikkan langsung keterampilannya. Akhirnya setelah ujian akademik, kita tetap melakukan ujian praktik di sekolah,” ungkap kepala SMKN 2 Kota Bengkulu Sulasman melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Tahirun.

Menurutnya, dari 12 kompetensi keahlian, ada beberapa kompetensi yang tidak bisa dilakukan secara daring, seperti praktik mesin, otomotif, listrik, bisnis kontruksi dan properti. Jika dalam pembelajaran normal praktik kompetensi biasa dilakukan tiga kali dalam seminggu. Dengan pandemi covid-19 seperti ini satu-satunya jalan yang ditempuh meminimalisasi kontak fisik. Melaksanakan praktik kompetensi keahlian dengan mengatur jadwal, jarak dan mengedepankan protokol kesehatan.

“Siswa praktik langsung di laboratorium sekolah. Untuk menyiasati penumpukan siswa diterapkan sistem pembagian jadwal. Setiap sesi hanya boleh diikuti maksimal 10 siswa dengan durasi waktu sekitar 3 jam. Setiap hari biasanya ada tiga sesi,” jelasnya.

Cara tersebut dianggap efektif mencegah siswa berkerumun di sekolah. Jarak antar sesi pun harus diperhitungkan, jangan sampai siswa/siswi bertemu dan menimbulkan berkerumun di sekolah.

Kepala Bidang Pendidikan SMK Drs Buslan menegaskan, satuan pendidikan diperbolehkan menggelar pembelajaran tatap muka seperti untuk pelaksanaan ujian praktik. Prosedur pengambilan keputusan pembelajaran tatap muka sesuai dengan Surat keputusan Bersama (SKB) empat menteri.

“Untuk jenjang SMK pembelajaran praktik dibolehkan. Disesuaikan dengan kondisi sekolah dan tetap mengikuti protokol kesehatan yang ketat,” ungkapnya.

Diakuinya, lulusan SMK dituntut kompeten. Jika pembelajaran hanya berdasarkan teori dasar lulusan bisa saja tidak kompeten. Oleh sebab itu, proses praktik ini dilakukan dengan mengedepankan protokol kesehatan.

“Pelaksanaan ujian praktek sekarang masih berlangsung dan jadwalnya diserahkan satuan pendidikan,” bebernya. (247)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*