Ujian Kebanjiran, Soal Diberikan Bonus

RIO-UNAS DI TENGAH BANJIR (3)Sejumlah siswa SD/MI di Kota Bengkulu terpaksa berjibaku melawan derasnya air hujan, Rabu (8/5). Meski akses menuju sekolah terendam banjir, namun proses ujian nasional (UN) tetap berlangsung. Seperti yang terjadi di SDN 49 Kota Bengkulu. Sekolah yang letaknya berada di tengah-tengah perumahan kawasan Kembang Manis Kota Bengkulu ini merupakan lokasi langganan banjir.

 
“Air naik sekitar pukul 7.00 wib. Seluruh lokasi sekolah ini terendam air,” ungkap Kepala SDN 49 Kota Bengkulu, Nismah Spd.
Akibatnya 12 kelas di sekolah itu pun terendam air. Termasuk kelas yang akan digunakan siswa untuk mengikuti ujian. Tak hanya siswa, pengawas ruangan yang berasal dari sekolah lain ini juga harus melipat pakaian dinasnya agar tidak terkena air.
“Alhamdulilah, anak-anak masuk semua. Meskipun hujan anak-anak tetap ujian,” ujarnya.

 
Sementara itu, Nismah mengakui banjirnya lokasi sekolah ini disebabkan karena got besar yang ada di samping sekolah tidak mampu lagi menambah volume air yang semakin tinggi. Akibatnya air meluap tak hanya masuk kelingkungan sekolah tetapi juga kerumah warga.

 
Usai mengikuti ujian Dandi Irawan siswa kelas VI A SDN 49 ini mengaku sedari rumah dia sudah tidak menggunakan sepatu sebagai alas kakinya menuju ke sekolah. Karena dia yakin hujan yang mengguyur sejak malam ini akan menggenangi sekolahnya.
“Dari rumah kami memang tidak pakai sepatu lagi, karena sekolah pasti banjir,” ungkapnya.

 
Diakuinya, air yang masuk kedalam kelas ini sempat membuatnya tidak nyaman dan kurang berkonsentrasi. Tetapi, Dandi mengaku yakin dia dapat menjawab semua soal yang diujikan.
“Semoga dibalik musibah ini, kita bisa lulus ujian dan masuk ke SMP negeri,” harapnya.

 

Bonus
Setelah 4 soal bahasa Indonesia, kali ini 1 soal IPA no. 13 tidak bisa dijawab peserta UN. Karena soal yang meminta bagian yang ditunjuk huruf ‘S’ tidak tercantum dalam bagan soal yang ada di samping soal tersebut. Akibatnya siswa lagi-lagi dibuat bingung.

 

Mengetahui hal tersebut Ketua Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) Provinsi Bengkulu, Herman Zawawi mengatakan bahwa kesalahan dalam menyusun soal ini membuktikan bahwa sistem kerja yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Karena sebelum soal ini dicetak atau dituangkan kedalam master soal seharusnya dilakukan pengecekkan terlebih dahulu.
“Jadi ini kerja panitia yang kurang bertanggungjawab pada tugasnya,” ungkapnya.

 
Selain itu, seharusnya sudah dilakukan regenerasi tim pembuat soal dengan harapan agar kejadian seperti ini tidak terjadi kembali. Selain itu dia juga mengharapkan agar kinerja panitia UN berjalan sesuai dengan mekanisme sistem kerja yang baik sehingga menghasilkan kerja yang baik pula.

 
Sementara itu Ketua UN Provinsi Bengkulu, Drs Budiyanta mengatakan kesalahan pada soal no. 13 IPA ini akan dimasukkan ke dalam berita acara ujian.  Kemudian seperti kesalahan pada mata pelajaran sebelumnya maka 1 soal IPA ini dijadikan bonus.
“Dalam hal ini tidak ada faktor kesengajaan dan siswa tidak akan kita rugikan,” ujarnya singkat. (128)