Uji Raperda RPPLH, Pansus Panggil PT.Pelindo dan 20 Tenan

Hendrik/ BE – Ketua Pansus RPPLH, Usin Abdisyah Putra Sembiring, SH memimpin rapat pertemuan dengan manajemen PT. Pelindo II dan 20 Tenan.

BENGKULU, Bengkuluekspress.com – Pansus Raperda tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) DPRD Provinsi Bengkulu melukan pengujian, Selasa (16/2). Pansus menggelar pertemuan dengan memanggil manajemen PT. Pelindo II dan 20 Tenan atau penyewa lahan milik perusahaan plat merah tersebut.

Hendrik/BE – Tampak manajemen PT. Pelindo II Bengkulu dan 20 Tenan atau penyewa lahan saat dipanggil Pansus RPPLH DPRD Provinsi Bengkulu.

“Uji Raperda RPPLH ini lantaran dalam kunjungannya ke PT. Pelindo dan Tenan beberapa waktu lalu ada beberapa temuan. Yang tentunya berkaitan dengan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup,” kata Ketua Pansus RPPLH, Usin Abdisyah Putra Sembiring, SH, Rabu (17/2).

Hendrik/ BE – Pansus Raperda tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) DPRD Provinsi Bengkulu melukan pengujian, Selasa (16/2).

Usin mengatakan, beberapa Tenan yang menyewa lahan PT. Pelindo II untuk dijadikan stockfile mulai dari batu bara, cangkang kelapa sawit, Crude Palm Oil (CPO). Bahan Bakar Minyak (BBM) ataupun komoditi lainnya, tidak mengantongi Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL).

Hendik/ BE – Pansus Raperda RPPLH DPRD Provinsi Bengkulu melakukan pembahasan bersama PT. Pelido ll dan 20 Tenan atau penyewa lahan.

“Mereka yang mengantongi UKL-UPL harus membuat jaringan pembuangan dan gudang Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3). Tapi faktanya beberapa Tenan diketahui juga tidak ada,” sesalnya.

Menurut politisi Hanura itu, jika dibiarkan seperti ini akan mengancam keberlangsungan lingkungan hidup. Atas dasar itulah pihaknya memanggil manajemen PT. Pelindo selaku pemberi sewa dan Tenan selaku penyewa.

“Sehingga nantinya bisa diketahui seperti apa perjanjian sewa-menyewa lahan PT. Pelindo itu baik berkaitan dengan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup,” tutupnya. (HBN/Adv)