Uji Lab Sia-sia

BENGKULU, BE – Sepertinya hasil pengujian laboratorium terhadap air sumurdi sekitar RS Tiara Sella benar-benar tidak dikeluarkan pihak penguji. Pasalnya, semua pihak menolak untuk bertanggung jawab masalah pembiayaan uji lab tersebut. Setelah BLH dan RS Tiara Sella menolak bertanggung jawab, kini giliran keluarga H Anas Kasad yang menolak. “Kami tidak tahu-menahu tentang biaya pengujian tersebut, karena bukan keinginan kami,” kata H Anas kepada BE, kemarin. Ia menjelaskan, pengujian ulang bukan kehendaknya, melainkan inisiatif dari DPRD Kota Bengkulu. “Kemarin kami bukan meminta dilakukan uji ulang, kami melapor ke dewan agar masalah ini dapat diselesaikan,” ujarnya. Ia mengungkapkan, sebelumnya pihaknya telah melakukan uji lab dengan menggunakan uang pribadi, dalam uji lab tersebut dinyatakan positif ada pencemaran. Namun pihak RS Tiara Sella tidak mau menerima hasil tesebut, sehingga pihaknya melapor ke dewan. “Kami sudah melakukan pengujian dengan biaya pribadi, namun yang kali ini kami tidak bertanggung,” jelasnya. Jika semua pihak menolak bertanggung jawab, maka dapat dipastikan ambil sampel yang dilakukan 3 lab, yakni lab MIPA Unib, lab Kesda dan lab BLH Provinsi akan sia-sia. H Anas menjelaskan, saat ini pihaknya belum melakukan apa-apa, hanya menunggu reaksi dan langkah selanjutnya yang dilakukan dewan. Namun bila dewan tidak serius memfasilitasi penyelesaian masalah tersebut, pihaknya akan mencari langkah selanjutnya. “Sekarang kami hanya menunggu apa yang akan dilakukan dewan untuk menyelesaikan masalah tersebut, dan kami belum berencana melakukan apapun,” paparnya. Sementara itu, Kepala UPTD MIPA Unib Devi Ratnawati SPd MSi tetap bersikokoh dengan pendiriannya, yakni tidak akan mengeluarkan hasil uji lab tersebut bila belum ada kejelasan siapa yang bertanggung jawab. “Hasilnya sudah ada dan sudah bisa diekspose, tapi kami tahan dulu sebelum ada yang bertanggung jawab masalah pendanaannya,” ujarnya. Sedangkan Sekretaris Komisi I DPRD Kota, Suimi Fales SH MH mengaku akan membicarakan masalah tersebut di tingkat intenal dewan. “Akan kami bicarakan dulu bagimana solusi yang terbaik,” katanya. (400)