Uji Kualitas Konstruksi

RIO/Bengkulu Ekpress SOSIALISASI: Asisten III Setda Provinsi Bengkulu, Gotri Suyanto bersama Kadis PUPR Provinsi Bengkulu, Mulyani membuka Sosialisasi Peran dan Fungsi UPTD Laboratorium Pengujian Konstruksi dan Bangunan Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, Selasa (2/7).

Pemprov Bentuk UPTD

BENGKULU, Bengkulu Ekpress– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu telah membentuk Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Laboratorium Pengujian Konstruksi dan Bangunan yang berada di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. UPTD tersebut bertugas untuk melakukan pengujian atas pengerjaan konstruksi bangunan maupun infrastruktur yang dibangun. Asisten III Setdaprov Bengkulu, Gotri Suyanto mengatakan, pengujian tersebut dilakukan agar konstruksi bangunan yang dihasilkan berkualitas.

“Tugasnya melakukan pengujian terkait dengan material yang dipakai, kemudian terkait dengan kualitas bangunan yang sudah dibangun. Artinya sebelum dibangun maupun sudah dibangun tetap dilakukan pengujian, sesuai standar ataupun tidak,” terang Gotri kepada BE usai membuka sosialisasi peran dan fungsi UPTD Laboratorium Pengujian Konstruksi dan Bangunan, di Grage Hotel Bengkulu, kemarin (2/7).

Menurutnya, Dinas PUPR Provinsi memiliki anggaran cukup besar dalam program pembangunan. Baik dalam bentuk infrastruktur jalan, jembatan, irigasi maupun bangunan. Semua program itu harus dilakukan pengawasan secara ketat. Agar pembangunan tidak terkesan asal-asalan, atau mengurangi kualitas bangunan.

Untuk itu, sebelum dibangun maupun setelah dibangun, kontruksi bangunan tersebut harus tetap dilakukan pengujian. “Bagaimanapun juga, kita tidak hanya berbicara kuantitas saja, tapi juga tentang kualitas. Agar kualitas bangunan yang dibangun tetap berkualitas,” tuturnya.

Jika tidak dilakukan pengujian terlebih dahulu, menurut Gotri, maka pemerintah akan terus melakukan pembangunan dengan sia-sia. Karena pemerintah akan terus mengeluarkan anggaran untuk melakukan pembangunan.

Untuk itu, UPTD tersebut diminta untuk tetap berkerja secara intensif, agar kualitas bangunan bisa bertahan lama. “Agar umur bangunan juga bisa lebih panjang,” tambah Gotri. Tidak hanya itu, UPTD tersebut selain melakuka pengujian, juga telah dituntut untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Karena semakin banyak melakukan pengujian, maka PAD bisa lebih banyak masuk ke pemerintah. “Peningkatan PAD ini juga penting dilakukan oleh masing-masing UPTD,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, Ir Mulyani mengatakan, hadirnya UPTD Laboratorium Pengujian Konstruksi dan Bangunan itu, tentu dapat melakukan pengujuan kualitas pekerjaan. Baik yang dilaksanakan oleh Dinas PUPR, maupun OPD lain dilingkungan pemprov. “Tentunya, UPTD ini bisa kita fungsikan secara maksimal,” ujar Mulyani.

Terkait peningkatan PAD, untuk saat ini memang UPTD ini terus digenjot agar PAD bisa meningkat. Sampai saat ini, dari target PAD Rp 150 juta, telah mencapai 47 persen. PAD tersebut didapatkan, selain dari pengujian program pemerintah, juga dari pihak swasta.  “Target PAD terus kita kejar. Sehingga bisa memberikan kontribusi untuk daerah,” pungkasnya. (151)