UAS SDN 09 Mukomuko Ditunda

BUDI/Bengkulu EkspressPUTUS : Jalan menuju SDN 09 Kota Mukomuko putus, karena dilanda banjir dan menunda UAS. Tampak pula jalan menuju ke pusat perkantoran Pemkab Mukomuko yang digenangi air.

MUKOMUKO, Bengkulu Ekspress – Hujan deras disertai badai dan petir yang terjadi kemarin (21/6) malam, mengakibatkan banjir menuju akses Sekolah Dasar Negeri (SDN) 09 Kota Mukomuko hingga masuk kedalam ruangan. Peristiwa itu, mengakibatkan pihak sekolah meliburkan dan terpaksa menunda Ujian Akhir Semester (UAS) genap atau kenaikan kelas.

Selain itu, wilayah yang masuk RT 04 Kelurahan Bandaratu Kecamatan Kota Mukomuko juga terputus. Karena jembatan darurat yang dibuat warga setempat yang menghubungkan jalan akses menuju sekolah ke rumah penduduk terdekat terseret derasnya arus. Selain sekolah, beberapa rumah warga juga ikut terendam air. Kepsek SDN 09 Kota Mukomuko, Sarpawi mengaku, terpaksa meliburkan dan menunda UAS untuk mata pelajaran Matematika yang seharusnya dilaksanakan hari ini (kemarin).



”UAS terpaksa kami tunda, pelajar dan guru serta staf kita pulangkan. Karena pada pagi ini (kemarin), air cukup tinggi sehingga tidak bisa dilewati para pelajar.Sedangkan ketinggian air di dalam ruang kelas sekitar 20 centimeter,”katanya.

Sarpawi menyampaikan,UAS yang ditunda itu direncanakan besok (hari ini),akan dilanjutkan.Ini jikalau air sudah surut dan ruangan di dalam kelas telah dibersihkan.Lurah Bandaratu Kecamatan Kota Mukomuko,Despardi yang langsung turun ke lokasi menyampaikan, banjir yang melanda sekolah dan rumah penduduk dengan ketinggian sekitar 30 centimeter, dimulai sekitar pukul 03.00 WIB dinihari (21/6).

“Khusus rumah penduduk sebanyak empat rumah dan satu sekolah SDN 09 Mukomuko,dan saat ini (kemarin) siang, mulai surut,”katanya.

Banjir yang melanda sekolah dan rumah penduduk itu, kata Lurah,disebabkan parit maupun drainase di lokasi tersebut tidak mampu menahan derasnya debit air akibat hujan deras. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun merusak satu unit jembatan darurat yang dibuat warga secara swadaya berbahan kayu putus yang merupakan salah satu akses jalan menghubungkan rumah penduduk ke SDN 09 tersebut,”bebernya.

Despardi mengharapkan, lokasi itu dapat segera mungkin dilakukan pencucian drainase atau parit. Sehingga,ketika hujan deras,air dapat mengalir dengan lancar. ”Termasuk sampah juga mengakibatkan tersumbatnya air mengalir,”demikian Lurah.

Tergenang Air

Sementara itu, hujan deras melanda wilayah Kabupaten Mukomuko,tidak hanya menyebabkan fasilitas sekolah dan rumah warga terendam air. Termasuk jalan menuju pusat pemerintahan Kabupaten Mukomuko, juga tergenang air. Ini disebabkan drainase induk pusat pemerintahan tepatnya yang berada di belakang eks rumah dinas (rumdin) bupati,meluap.Selaian faktor curah hujan tinggi, juga dikarenakan drainase itu tidak mampu menahan derasnya debit air. Ditambah lagi banyaknya sampah dan tanaman eceng gondok yang tidak dibersihkan. Meskipun jalan menuju lokasi pemerintahan itu pernah dilakukan pembangunan normalisasi. Hanya saja ketika hujan deras, air tetap meluap.

Khusus pengendara sepeda motor, cukup berhati-hati ketika melintas.”Saya selaku warga Mukomuko cukup perihatin, masa jalan menuju perkantoran saja, air tergenang.Ini juga dikarenakan tidak dilakukan pemeliharaan drainase yang ada,”cetus Wahyu.

Menurutnya, pemerintah melalui OPD terkait harus melakukan langkah-langkah dan antisipasi.Ketika curah hujan tinggi,minimal dapat meminimalisir air tidak meluap ke badan jalan dan perkantoran.Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mukomuko, Ruri Irwandi melalui Kabid Sumber Daya Air (SDA),Sunaji dikonfirmasi BE (21/6) kemarin, mengaku, drainase induk pemerintahan tersebut tidak mampu menahan derasnya debit air.

Kendati demikian, pihaknya telah merencanakan penanganan,dengan cara menormalisasi drainase induk tersebut.”Sudah kita rencanakan dilakukan normalisasi, anggaran ada sekitar Rp 200 juta,” bebernya. Ia juga mengaku, drainase induk yang air mengalir ke sungai Selagan itu cukup lama tidak dibersihkan.Ini dikarenakan beberapa kendala, salah satunya usulan anggaran belum disetujui, karena terbatasnya ketersediaan anggaran di APBD.Sedangkan untuk drainase di komplek perkantoran,diharapkan dilakukan pemeliharaan oleh OPD-OPD yang bersangkutan.Minimal,ketika hujan deras, air tidak tergenang di halaman kantor.“Untuk pemeliharaan drainase di perkantoran,diharapkan OPD-OPD terkait. Sedangkan untuk drainase induk,akan ditangani bidang SDA. Dan dalam waktu dekat akan dilakukan normalisasi,”lanjut Sunaji.(900)