Uang Pemkot Lenyap Miliaran Rupiah

BENGKULU, BE – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Bengkulu menemukan sedikitnya Rp 1,22 miliar  uang Pemerintah Kota Bengkulu hingga saat ini tidak jelas keberadaannya. Uang miliaran rupiah tersebut digulirkan oleh Pemkot Bagian Perekonomian pada tahun 2002 dan Dinas Koperasi pada tahun 2006 dengan jumlah penerima mencapai 292 Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kota Bengkulu.

Khusus untuk penyaluran tahun 2002 dengan jumlah dana Rp 797.447.500 diberikan kepada150 UKM, namun pengembalian dana itu tidak berjalan mulus karena banyak penerima bantuan yang memberikan alamat tidak valid. Sehingga tidak diktehui keberadaannya saat petugas pemkot turun ke lapangan.
Asisten II Pemkot, Drs H Fachrudin Siregar MM pun tidak menampik kebenaran temuan BPK tersebut. Bahkan Fachrudin juga mengakui bahwa penyaluran dana bergulir itu memang dilakukan sebanyak 2 kali, 2002  dan 2006.

Ia juga mengaku bahwa penyaluran 2002 tidak berjalan dengan optimal, sehingga Pemkot dibawah kepemimpinan Walikota Chalik Efendi kembali mengelontorkan dana pada 2006 dengan total mencapai Rp 5, 801 miliar.

Fachrudin mengatakan dana yang digulirkan pada tahun 2002 hingga saat ini pihaknya belum menemukan penerimanya, meskpun petugas lapangan yang mempertanggungjawabkan penyaluran dana tersebut telah berulang kali melakukan pengecekan. “Tim dari pemkot telah berulang kali melakukan penagihan, tapi mau bagaimana lagi orang sudah tidak ketemu lagi. Kemungkinan orangnya sudah banyak yang pindah atau meninggal dunia,” katanya.

Mengenai besaran yang diberikan kepada setiap UKM, Fachrudin menjelaskan jumlah dana bergulir itu tidak di0berikan secara merata melainkan tergantung besar-kecilnya usaha yang berkisar antara Rp 500 ribu hingga Rp 2,5 juta per orang atau per UKM.

Ia juga membantah bahwa penerimanya tidak ada dari kalangan PNS Pemkot, melainkan murni dari kalangan masyarakat yang perekonomiannya menengah kebawah.

“Tidak benar kalau ada yang mengatakan penerimanya ada PNS Pemkot, saya sudah mengeceknya langsung ke Bagian Perekonomian, tapi semuanya warga yang kurang mampu tapi memiliki usaha,” bantahnya.

Sementara untuk pengucuran dana 2006 hingga 2011,  diakui Fachrudin diberikan kepada 142 UKM. Namun ia membantah bahwa dana tersebut juga ikut macet seperti tahun 2002.

“Untuk pemberian dana bergulir tahun 2006 belum mengalami kemacetan dan hingga saat ini masih berjalan,” sampainya.
Ia menjelaskan jangka peminjaman dana itu diberikan 1 tahun per UKM, dalam waktu 1 tahun tersebut peminjam mengembalikannya dengan cara diangsur dan kembali digulirkan kepada orang yang pantas menerimanya. Ia mengklaim dana tersebut hingga saat ini masih bergulir, bahkan Dinas Koperasi sebagai pengelolanya masih aktif melakukan penagihan setiap bulannya.
“Kalau untuk pemberian tahun 2006  itu masih bergulir, kimungkinan macet hanya 1 atau 2 orang saja, selebihnya masih berjalan normal,” pungkasnya.(400)