Uang Palsu Mulai Beredar

KOTA BINTUHAN, BE- Nampaknya wilayah Kaur sudah mulai masuk target pelaku pengedar uang palsu. Seperti halnya kejadian yang dialami Nur (25), warga Meje, pemilik Warung Nur yang berlokasi tidak jauh dari Polsek Maje. Nur menjadi korban penerima uang palsu dari seseorang yang belanja di warungnya. Nur memang curiga dengan uang pecahan Rp 100 ribu tersebut dan akhirnya melapor ke Polres Kaur didampingi Polsek Maje. Namun sayang pelaku keburu kabur meninggalkan Kaur menuju ke Lampung.¬†Data terhimpun, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB kemarin (7/8). Awalnya pelaku, dengan ciri-ciri badan tegap rambut cepak, menghampiri warung milik NUr untuk membeli minuman botol Sprit dan kue lainnya. Setelah dihitung oleh korban semuanya yang dibeli harganya Rp 10 ribu. Lalu pelaku mengeluarkan uang pecahan Rp 100 ribu.¬†Saat menerima uang, korban belum curiga. Namun setelah dipegang uang tersebut terasa halus kemudian terus diamati. Pada waktu itu korban bahkan sempat bertanya kepada pelaku uang itu bukan uang palsu dan pelaku menjawab tidak. Setelah itu korban memberikan uang kembalian senilai Rp 90 ribu kepada pelaku. Meski begitu, korban masih saja curiga. Hingga saat ingin berbegas menanyakan ke Polsek Maje, ternyata pelaku langsung kabur menggunakan mobil menuju arah Lampung. Kapolsek Maje Iptu Fuji Nurahman SH MH membenarkan kejadian tersebut namun proses tersebut, langsung dilimpahkan ke Mapolres Kaur. “Kita sudah melimpahkan kasus tersebut, apakah itu palsu atau bukan hal ini sudah ditangani Satreskrim Mapolres Kaur,” jelasnya. Kapolres Kaur AKBP Andi Kirnanda SH MH melalui Kasat Reskrim AKP Lumban Raja membenarkan adanya kejadian tersebut, namun apakah pecahan uang itu palsu atau tidak saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan. Kasus tersebut masih akan terus dikembangkan. “Saat ini masih kita selediki palus atau tidak,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bank Bengkulu Capem Bintuhan Iskandar, mengatakan biasanya paling mudah diketahui bagi masyarakat luas yakni tiga D yakni diterawang, diraba dan dilihat. Kemudian uang asli itu biasanya jika diremuk atau dikepal langsung ngembang kalau uang palsu tidak seperti itu, kemudian jika ingin melihat uang palsu atau asli jika masih ragu dengan 3 D maka pihak Bank mempunyai alat ultra violet. “Inilah yang akan membedakan mana yang asli dan mana yang palsu,” jelasnya. (823)