Uang Jasa Dibayarkan Kemarin

Ary, Kepala Instalasi Gizi RSUD Curup (1)
Kepala instalasi gizi RSUD Curup saat menjelaskan terkait dengan ditahannya pembayaran uang jasa pegawainya. Bahkan dalam kesempatan tersebut, manajemen RSUD Curup mengklaim telah membayarkan uang jasa pegawai instalasi gizi yang sebelumnya belum dibayarkan.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Menyikapi pemberitaan terkait dengan tak dibayarkannya uang jasa tiga orang petugas instalasi gizi di RSUD Curup, manajemen RSUD Curup menyatakan bahwa uang jasa tersebut telah mereka bayarkan. Klaim telah dibayarkan uang jasa tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Instalasi gizi RSUD Curup, dr Khairul saat dikonfirmasi sejumlah awak media di ruangannya, Senin (16/7) kemarin.

“Ini hanya salah paham saja rekan-rekan semua, uang jasa tersebut sudah kami bayarkan, saya langsung yang memberikan tadi,” sampai dr Khairul.Dijelaskan Khairul, uang jasa yang merupakan hasil pembagian dari biaya yang diberikan BPJS Kesehatan tersebut sebelumnya memang belum diberikan kepada ketiga pegawainya lantaran ketiganya sudah dipindahtugaskan menjadi staf di bagian pelayanan RSUD Curup. Karena sudah dipindahkan tersebut, maka uang jasa mereka tidak diberikan karena dr Khairul mengira sudah dibayarkan oleh bidang pelayanan RSUD Curup.



“Awalnya kami kira sudah dibayarkan oleh bidang pelayanan, karena terhitung bulan Juli kemarin, mereka sudah pindah ke bagian pelayanan,” sampai Khairul.

Hanya saja saat ditanya mengenai uang jasa yang sempat ditahan pada bulan April yang saat itu ketiganya masih berstatus sebagai staf di bagian instalasi gizi, dr Khairul berkilah saat itu ketiganya sudah tidak aktif lagi di bagian instalasi gizi.Sementara itu, saat dikonfirmasi ketiga pegawai instalasi gizi yang uang jasanya sempat ditahan oleh kepala instalasi gizi, mengaku memang uang tersebut kemarin sudah diberikan oleh salah satu rekan mereka bukan langsung oleh kepala instalasi gizi. Uang jasa ketiganya yang masing-masing Rp 738 ribu tersebut justru diberikan kepada ketiganya saat sejumlah awak media menemui kepala instalasi gizi.

“Memang tadi diberikan, tapi kami menolak menerima uang tersebut, karena belum ada komitmen pasti dari manajemen terkait dengan uang jasa kami ini, karena kami khawatir bulan depan akan terulang lagi,”

sampai Weni salah satu pegawai instalasi gizi yang uang jasanya sempat ditahan.Belum lagi menurut Weni, ia bersama ketiga rekannya tidak melihat adanya itikad baik dari kepala instalasi gizi yang untuk meminta maaf kepada ketiganya yang telah menahan hak mereka.Sementara itu, itu terkait dengan yang disampaikan Kepala Instalasi gizi yang ketiganya telah dipindahkan ke bagian pelayanan, Weni membatahnya, karena berdasarkan SPT ia ditempatkan diinstalasi gizi RSUD Curup, dan hingga kemarin ia belum menerima SK atau SPT pemindahan seperti yang disampaikan kepala instalasi gizi kepada sejumlah awak media.

Namun Weni mengaku, ia bersama ketiga rekannya tersebut memang diperbantukan ke staf pelayanan tempatnya di sekretariat akreditasi guna mempersiapkan penilaian akreditasi RSUD Curup. Meskipun mereka mendapat tugas baru tersebut, mereka tidak meninggalkan tugas mereka sebagai staf di bagian gizi, dimana secara bergantian mereka melakukan kunjungan ke ruangan-ruangan untuk memberikan penyuluhan gizi kepada para pasien.

“Meskipun kami diperbantukan di bagian pelayanan, kami tetap melaksanakan tugas kami di instalasi gizi dengan melakukan visit ke ruang-ruangan setiap harinya,” aku Weni.Bahkan menurut Weni, bila memang ketiganya dipindahkan ke bagian pelayanan, pihak manajemen RSUD Curup melakukan kesalahan, karena menurutnya mereka adalah fungsional gizi sesuai dengan keahlian mereka, sehingga tidak bisa dipindahkan ke bagian pelayanan. (251)