TWA Bukit Kaba Ditutup 2 Bulan

Proses Pemulihan Ekosistem

Bukit Kaba
Rombongan dari Bappeda Kabupaten Rejang Lebong saat mendaki TWA Bukit Kaba beberapa waktu lalu. Dalam proses pemulihan ekosistem TWA Bukit Kaba dalam waktu dekat ini pendakian akan ditutup selama 2 bulan. (Foto IST/BE).

CURUP, BE– Dalam rangka proses pemulihan ekosistem di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba yang ada di Desa Sumber Urip Kecamatan Selupu Rejang. Badan Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Bengkulu akan melakukan penutupan kunjungan ke TWA Bukit Kaba. “Kita dari BKSDA akan melakukan penutupan sementara terhadap kunjungan ke TWA Bukit Kaba,” ungkap Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Bengkulu, Jaja Mulyana SSos.

Menurut Jaja, penutupan kunjungan tersebut akan dilaksanakan selama 2 bulan yaitu terhitung dari tanggal 10 Januari 2016 hingga 10 Maret 2016. Penutupan yang dilakukan tersebut, menurut Jaja merupakan amanat dari undang-undang.

“Penutupan yang kita lakukan ini sesuai dengan amanat undang-undang yang harus kita lakukan setahun sekali,” jelas Jaja.

Lebih lanjut Jaja menjelaskan, pemulihan ekosistem yang ia maksud yaitu dengan memberikan kesempatan kepada ekosistem yang berada di dalam kawasan TWA Bukit Kaba untuk berkembang. Karena menurut Jaja, banyaknya pengunjung TWA Bukit Kaba bisa memperlambat proses perkembangan ekosistem.

Ia mencontohkan seperti pohon, dimana menurutnya karena selalu dilintasi oleh pengunjung dan sering dipegang sehingga perkembangannya akan lambat.

“dengan tidak adanya pengunjung ini, maka nanti perkembangan dari ekosistem yang ada akan cepat dan normal,” jelas Jaja.

Masih menurut Jaja, dalam penutupan kunjungan ini nantinya, BKSDA Bengkulu bersama sejumlah komunitas pemerhati lingkungan lainnya juga akan melakukan aksi bersih-bersih sampah dikawasan TWA Bukit Kaba. Karena menurut Jaja keberadaan sampah di TWA Bukit Kaba ini bisa merusak ekosistem yang ada.

“Dalam kegiatan membersihkan sampah ini, kita akan berkerjasama dengan sejumlah komunitas pemerhati lingkungan yang ada di Rejang Lebong ini,” ungkap Jaja.

Dengan akan ditutupnya kawasan TWA Bukit Kaba ini, Jaja berharap para penggiat alam bebas yang bisa memanfaatkan TWA Bukit Kaba untuk bersabar dan menunggu kembali dibukanya kawasan TWA Bukit Kaba.(251)