TWA Bukit Hitam Sumber PAD


Sosialisasi pengelolaan TWA Bukit Hitam kepada masyarakat di Kecamatan Kabawetan.

KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress – Pengelolaan Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Hitam Kabawetan Kabupaten Kepahiang ditargetkan dapat menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang terus berupaya meningkatkan PAD guna mendongkrak anggaran daerah untuk melaksanakan pembangunan.

Hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dituntut bisa membuka atau mencari sumber pendapatan baru seperti pengelolaan kawasan wisata. Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kepahiang sudah mengelar sosialisasi pengelolaan TWA Bukit Hitam di halaman Guest House Desa Sidorejo, Rabu (4/3).

Pemerintah menawarkan kepada masyarakat, khususnya pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) di wilayah Kecamatan Kabawetan yang menjadi pintu masuk menuju TWA.

Dengan menjalin kerjasama salaing menguntung sehingga BUMdes dan pemerintah sama-saman mendapatkan pendapatan saat TWA Bukit Hitam sudah terkelola secara baik.”Tujuan kita mensosialisasikan pengelolaan TWA Bukit Hitam, dengan melibat masyarakat, Pokdarwis dan juga Bumdes beberapa desa kita agar ada kesamaan visi untuk mengelola TWA Bukit Hitam,” ujar Kadis Parpora Kepahiang, Teddi Adeba ST.

Teddi mengatakan, ada banyak desa yang dapat menjadi akses masuk menuju TWA Bukit Hitam tentunya jadi peluang bagi BUMdes bisa mengelola pintu masuknya.”Tadi ada wacana dikelola BUMdes bersama yang merupakan gabungan dari beberapa desa. Tapi masih wacana, kita masih menunggu respon dan aksi nyata mereka dan baru kemudian kita tindak lanjuti dengan kersama pada BKSDA Bengkulu untuk dapat membuka wisata TWA Bukit Hitam,” tutur Teddi.

Disisi lain, Ketua DPRD Kepahiang, Windra Purnawan SP mengapresiasi langkah-langkah eksekutif dalam mencari sumber PAD. Karena APBD Kepahiang harus ditingkatkan agar daya pembangunan bisa meningkat serta dapat lebih luas jangkauan wilayah pembangunnya.

“PAD merupakan salah satu pilar kemandirian suatu daerah, citra keuangan pemerintah daerah akan tercermin dari besarnya PAD yang diperoleh,” sebut Windra.

Dikatakannya, pemerintah pusat memberikan keleluasaan dan peluang kepada pemerintah daerah untuk mengelola TWA Bukit Hitam.

Baik itu sumber air dan Panas Bumi yang dimiliki, pemerintah daerah juga sudah melakukan pembebasan lahan di Kabawetan ini sebagai pengembangan destinasi pariwisata dan tidak terlalu lama lagi di kawasan Kabawetan ini akan dibangun waterboom dan ini diyakini dapat menarik wisatawan baik lokal, nasional bahkan internasional.

“Apresiasi yang tinggi juga saya sampaikan kepada masyarakat Kabawetan atas keramahan sopan santun dan etikanya, sehingga ini juga jadi modal awal pengembangan kawasan pariwisata, termasuk keunggulan geografis yang dimiliki kecamatan Kabawetan,” ujar Windra.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kepahiang, Zamzami Z SE MM mengungkapkan, bahwa keindahan alam Kabawetan ini merupakan anugerah yang patut disyukuri.”Saya optimis Kabawetan ini dapat dikembangkan secara optimal akan menjadi sumber PAD, diakui keterbatasan anggaran saat ini memang menjadi kendala kita, tetapi kedepan kita akan usahakan tambahan anggaran pengembangan pariwisata pada pemerintah pusat melalui kementerian terkait,” sampai Zamzami.

Kegiatan sosialisasi dibuka secara langsung oleh Sekda Kepahiang, Zamzami Z SE MM yang mewakili Bupati Kepahiang dan dihadiri Ketua DPRD Kepahiang, Windra Purnawan SP, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Tedi Adeba ST, Camat Kabawetan Suurdi SSos, Kapolsek Kabawetan, para kades dan pengelola BUMdes se-Kecamatan Kabawetan. (320)