Tusuk Teman, Tukang Parkir Serahkan Diri

Terduga pelaku penikaman berinisial RZ saat diperiksa penyidik Polsek Ratu Samban terkait penikaman yang dia lakukan terhadap temannya sendiri sesama tukang parkir Dedi Alpian, kemarin (23/3).
Terduga pelaku penikaman berinisial RZ saat diperiksa penyidik Polsek Ratu Samban terkait penikaman yang dia lakukan terhadap temannya sendiri sesama tukang parkir Dedi Alpian, kemarin (23/3).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pemuda asal Kabupaten Lebong berinisial RZ, menyerahkan diri ke Polsek Ratu Samban, kemarin (23/3). Setelah menusuk temannya sendiri sesama juru parkir Dedi Alpian, warga asal Lubuk Linggau, Provinsi Sumatera Selatan. RZ mengaku khilaf menusuk Dedi. Dua kesal dan emosi terhadap prilaku korban yang dianggapnya sudah keterlaluan. Penganiayaan tersebut terjadi di sekitaran Jalan Suprapto, Kecamatan Ratu Samban, Kamis (22/3) sekitara pukul 22.30 WIB.

“Aku khilaf Pak, karena terlalu emosi dengan dia. Untuk itu saya putuskan menyerahkan diri ke Polsek,” ujar pelaku RZ, kemarin (23/3).
Penganiayaan tersebut bermula saat korban Dedi terlibat perselisihan dengan temannya bernama Rendi. Dari perselisihan tersebut, korban Dedi marah-marah dan memukuli mobil di tempat parkir yang dijaga RZ. Melihat kejadian itu RZ tidak terima dan langsung marah dengan korban. RZ yang tidak bisa mengendalikan emosi mendatangi korba, lalu menusuk korban di bagian badan belakang.
Dari pengakuan korban Dedi, dia didatangi RZ di warung pecel lele. RZ langsung hendak menusuknya, korban sempat menghindar dan akhirnya terpeleset. Saat terpeleset itulah korban terkena tusukan pisau.

“Saat warung pecel lele dia datang mau menusuk saya. Saya menghindar dan terpeleset akhirnya terkena tusukan,” ujar korban yang masih meringis kesakitan saat diperiksa di Polsek Ratu Samban.
Kapolres Bengkulu, AKBP Prianggodo Heru Kunprasetyo SIK melalui Kapolsek Ratu Samban, Kompol Darno mengatakan kasus tersebut tetap akan diproses sesuai hukum berlaku. RZ diketahui kerap membawa pisau untuk berjaga diri. Pisau didapatnya dari Pasar Minggu. Dalam kasus ini bisa dijadikan pelajaran. Tidak seharusnya cepat tersulut emosi sampai akhirnya berujung kepada tindak pidana.

“Baik korban dan pelaku sudah kita mintai keterangan terkait kasus ini. Kejadiannya sebenarnya hanya masalah sepele, tetapi karena pelaku tidak bisa mengendalikan emosi jadinya seperti ini,” pungkas Kapolsek.(167)