Turnamen Piala Bergilir Ketum PBSI dan Piala Tetap Walikota Dibuka

FOTO IMAN/ BE – Turnamen Piala Bergilir Ketum PBSI dan Piala Tetap Walikota Dibuka.

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Pembukaan Turnamen Bulutangkis memperebutkan Piala Bergilir ketum PBSI dan Piala Tetap Walikota di Stadion Bencoolen Sawah Lebar pada Kamis (24/06), berlangsung meriah dan semarak. Ketua PBSI Bengkulu, Marliadi mengatakan PBSI selain membuka turnamen juga untuk mempelopori agar masyarakat mulai berolahraga sebagai bentuk perlawanan terhadap Covid-19.

“Kita tidak usah berlarut-larut lagi di suasana Covid ini, mari kita mulai berolahraga. Insyallah jika rajin berolahraga badan jadi sehat dan dijauhkan dari penyakit. Selain itu kompetensi ini kita juga mencari bibit-bibit atlet untuk Kota Bengkulu. Peserta juga sangat antusias mengikuti turnamen ini,” jelas Marliadi.

Sementara itu, Ketua Harian PBSI sekaligus wakil ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Edi Sujatmiko mengatakan, pembukaan turnamen ini juga sebagai bentuk kesinambungan terkait adanya atlet bulutangkis Bengkulu yang akan mengharumkan nama Bengkulu di PON Papua pada tahun ini. Ada 5 orang atlet bulutangkis wanita perwakilan Bengkulu akan berjuang dalam kategori beregu pada PON nanti yang diharapkan menjadi motivasi atlet-atlet muda lainnya untuk ikut berprestasi di kanca nasional.

“Pengprov PBSI sangat mengapresiasi kegiatan ini. Karena program bulutangkis Provinsi Bengkulu kedepan lebih banyak diperuntukan bagi atlet, pelatih, pemilik gedung, sehingga dunia perbulutangkisan di Bengkulu lebih semarak. Ini bertitik tolak dari lolosnya atlet Bengkulu di PON,” jelasnya.

PBSI Bengkulu optimis jika kegiatan-kegiatan turnamen bulutangkis di Bengkulu akan lebih sering dilakukan meskipun minimnya pendanaan akibat Covid-19. Dari turnamen inilah nantinya PBSI menyaring pemain-pemain berbakat yang akan di seleksi sebagai atlet yang membawa nama Bengkulu di kejuaraan nasional. (Imn)







    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*