Tuntut Rehab ke PT RSM

gambar ilustrasi
gambar ilustrasi

PEMATANG TIGA, BE – Jembatan akses usaha sentra tani (UST) di Desa Air Kotok Kecamatan Pematang Tiga terancam amblas ke aliran sungai Penyengat. Warga setempat mendesak dan meminta agar perusahaan tambang yaitu, PT Ratu Samban Mining (RSM) segera melakukan perbaikan. Sebagaimana diketahui jembatan itu rusak akibat aktivitas angkutan truk dari lokasi tambang.

Tokoh masyarakat setempat, Idham (52) menegaskan, kondisi jembatan masuk di Desa Air Kotok hampir sama dengan jembatan akses UST sekarang ini. Tanpa disadari dalam tempo 1 bulan dan air penyengat meluap langsung hanyut.”Jangan sampai kejadiannya sama dengan jembatan masuk karena bisa gawat. Untuk itulah harus segera diperbaiki,” kata Idham.

Menurutnya, sejak jembatan mulai rusak dan nyaris ambles, truk batubara tidak lagi melintasi jembatan itu. Warga banyak keberatan, sebab akibat jembatan yang hampir amblas itu tidak bisa dilalui saat panen.

“Jangankan membawa hasil panen dengan mobil, sepeda motor juga susah melintasi jembatan itu, harus jalan kaki,” terangnya.
Idham menegaskan, selama ini perusahaan batubara terkesan memperbodoh warga sekitar. Hanya bisa berjanji tanpa memberikan bukti, bahkan program corporate social resnponsibiity (CSR) juga tidak pernah dilaksanakan.”Kami merasa dirugikan, seluruh fasilitas jalan jembatan dibiarkan begitu saja rusak, malah program sosial ke masyarakat tidak ada,” bebernya.

Diharapkan Pemkan dan dinas terkait dapat bertindak terhadap perusahaan yang melanggar aturan. Seperti PT RSM yang kian hari hanya mengambil keuntungan dari tambang. “Kami masyarakat di Air Kotok ini hanya melihat keuntungan yang diraup oleh perusahaan, sedangkan kontribusi ke kami nihil,” pungkasnya.(111)