Tuntut Keamanan, Mahasiswa Galang Dana

CURUP, BE- Hari ini sekitar pukul 15.00 WIB, mahasiswa gabungan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Islam (KAMMI) Kabupaten Rejang Lebong, Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) STAIN Curup, Gabungan Pelajar dan Mahasiswa Musirawas dan Lubuklinggau, akan menggelar aksi menggalang dana di Simpang Empat Lampu Merah di Jalan Merdeka, Curup.
Aksi tersebut dilakukan untuk memberi dukungan dana kepada Polres Rejang Lebong, agar segera membuat pos pengamanan terpadu di jalan lintas Curup-Lubuklinggau. Karena tidak ada dasar hukum pengamanan dibebankan kepada masyarakat, karena itu tanggung jawab polisi yang digaji negara. “Hal itu juga untuk memberi jaminan keamanan kepada 500 mahasiswa STAIN Curup, tanggal 16 Juli 2012 mendatang yang akan melakukan kuliah kerja nyata di Kabupaten Musirawas,” tutur Ketua Umum KAMMI RL M Sujud kepada wartawan kemarin.
Hari berikutnya (besok, red), mahasiswa berencana mendatangi Mapolres RL untuk hearing. M Sujud menambahkan, beberapa tuntutan yang dipinta mahasiswa, agar pos pengamanan yang dilakukan masyarakat dirubuh menjadi pos pengamanan terpadu yang terdiri dari anggota TNI, Polri, serta pemerintah daerah dalam hal ini Satpol PP.
Selanjutnya, mahasiswa meminta jaminan keamanan 500 mahasiswa STAIN Curup yang akan melakukan kuliah kerja nyata di Musirawas, karena selama tiga bulan mahasiswa akan melakukan kuliah kerja nyata. “Kalau tingkat kejahatan jalur lintas Curup-Lubuklinggau tinggi, jelas mahasiswa akan khawatir. Mereka akan sering pulang pergi tujuan Musirawas dan Curup menggunakan kendaraan bermotor akan jadi korban aksi kejahatan,” tutur Sujud.
Di kesempatan yang sama, tuntutan lain ditambahkan MPM STAIN Curup Aditya Gumay, yang meminta Kapolres RL bertanggung jawab jika ada mahasiswa yang menjadi korban perampokan di jalan lintas Curup-Lubuklinggu, sementara mereka melintas di jalan rawan kejahatan untuk kepentingan kewajiban kuliah. “Jika ada mahasiswa yang jadi korban perampokan di jalan lintas Curup-Lubuklinggau, kami akan surati Kapolda dan Kapolri agar Kapolres RL dicopot dari jabatannya karena tidak bisa menciptakan rasa aman,” tegasnya.
Beberapa tututan mahasiswa tersebut, sambung Aditya, akan disampaikan langsung ke Mapolres RL besok, sekaligus memberikan langsung uang hasil penggalangan dana untuk dukungan pengamanan di jalan lintas Curup-Lubuklinggau. “Tuntutan kami akan disampaikan langsung ke Mapolres RL, agar keresahan mahasiswa dengan kondisi jalan lintas Curup-Lubuklinggau yang rawan kejahatan bisa teratasi,” pintanya.
Di bagian lain, Kapolres RL AKBP I Ketut Yudha Karyana SIK dikonfirmasi wartawan usai kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba di Mapolres RL menerangkan, pihaknya siap menerima kedatangan mahasiswa ke Mapolres RL. “Sah-sah saya jika mereka ingin datang. Kita pasti terima kok,” jawab Kapolres sambil berlalu.

Prosesi Adat
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Rejang Lebong dari daerah pemilihan III, Jonedi SE kepada wartawan usai paripurna nota pengantar 7 rancangan peraturan daerah di gedung DPRD RL Sabtu (30/6) menerangkan, langkah yang harus dilakukan polisi agar kembali diterima oleh masyarakat Lembak paska terjadinya bentrokan antara polisi dan warga ialah dengan mengadakan proses damai adat apapun bentuknya, sesuai tradisi yang berlaku di wilayah Lembak. “Hal itu dilakukan agar polisi bisa segera di terima oleh masyarakat,” terangnya.
Dibagian lain, Jonedi menjelaskan soal pembentukan pos pengamanan desa yang didirikan warga di lima titik jalan lintas Curup-Lubuklinggau yang dinilai rawan. Hal itu, sambung Jonedi, merupakan langkah dan inisiatif warga untuk melakukan pengamanan jalan. Sebab, saat ini polisi dinilai warga belum mampu melakukan pengamanan di wilayah tersebut. “Tidak ada pungutan seperti kabar yang dituduhkan selama ini. Yang ada hanya permintaan sumbangan secara suka rela dari pengguna jalan,” katanya. (999)