Tunggu Hasil Real Count

Kedua Tim Pemenangan Capres Belum YakinHasil Quick Count

BENGKULU, Bengkulu Ekspress -Meskipun hasil quick count atau hitung cepat dari berbagai lembaga memenangkan pasangan capres dan cawapres nomor urut 01. Namun baik TKD Capres nomor urut 01 maupun BPN Capres nomor urut 02 di Provinsi belum sepenuhnya percaya dengan hasil perhitungan cepat tersebut dan masih menunggu hasil real count.

Hal tersebut disampaikan tim pemenangan kedua Pasangan Capres dan Cawapres saat menjadi bintang tamu program New Hot Issue yang ditayangakan secara langsung oleh Bengkulu Ekspress Televisi Rabu (17/4) malam.”Hasil quick count memang Jokowi sudah dinyatakan menang, namun saya belum sepenuhnya percaya, karena tahun 2014 lalu saya yang masih sama mas Suharto sempat sujud syukur karena hasil quick count saat ini memang, namun saat perhitungan aslinya ternyata kalah,” sampai Direktur Infokom TKD Jokowi-Ma’aruf Provinsi Bengkulu, Zulkarnain Kaka Jodho.

Oleh karena itu, Zulkarnain Kaka Jodho mengajak seluruh pihak untuk lebih menunggu hasil perhitungan manual yang dilakukan oleh KPU. Karena menurutnya hasil perhitungan KPU tersebut nantinya yang akan menentukan siapa pemenang dalam Pilres tahun 2019 ini.

Sementara itu, Direktur Saksi dan Pememangan TKD Jokowi-Ma’aruf, Provinsi Bengkulu, Zamzami Putrado mengungkapkan bahwa hasil quick count bisa menjadi gambaran dari hasil Pilpres itu sendiri, karena menurutnya hasil quic count merupakan hasil rekapitulasi perhitungan dari pelaksanaan Pilpres ditanah air. “Quick count adalah hasil rekapitulasi perhitungan dari dari pelaksanaan Pilpres, meskipun nanti ada perbedaan namun tidak terlalu signifikan,” katanya.

Senada dengan yang disampaikan oleh TKD Provinsi Bengkulu, BPN Prabowo-Sandi Provinsi Bengkulu yang disampaikan oleh Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi Provinsi Bengkulu, Suharto yang juga hadir dalam program dengan tema “Menang Kalah Kami Terima?” tersebut mengungkapkan, quick count yang ada jangan sampai hanya untuk menggiring opini dengan tujuan tertentu. Bahkan menurutnya bila hasil quic count tidak real justru akan membahayakan masyarakat. “Saya harap masyarakat tidak terkecoh dengan quick count, terlebih data yang masuk belum 50 persen,” sampai Suharto.

Menyikapi hasil Pilpres sendiri, Suharto mengaku BPN sudah menyerukan untuk menggunakan data real count yang diambil dari C1 dari masing-masing TPS baik di Provinsi Bengkulu maupun daerah lain di Indonesia. Terlebih lagi menurut Suharto dari hasil data real count yang dilakukan dinternal BPN sendiri, Prabowo sudah dinyatakan mennang dengan persentase 55,43 persen. “Dalam Pilpres ini, kita sudah menyatakan siap memang dan siap kalah, kita juga sudah diperintakah untuk tidak melakukan hal-hal yang diluar kemampuan kita, yang penting kita mengawal suara yang ada,” tegas Suharto.

Senada yang disampaikan Suharto, Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi Provinsi Bengkulu, Dempo Xler juga mengungkapkan bahwa ketika quick count digunakan untuk menggiring opini justru akan menbahayakan. Namun jika dilakuakn untuk penelitian maka itu akan menjadi benar. Meskipun menurut Dempo hasil quick count sudah unggul, namun itu belum sempurna karena masih ada margin erornya. “Kita belum sepenuhnya percaya hasil quick count karena sampel quick count sendiri perlu kita lihat,” sampai Dempo.

Disisi lain, Pengamat Politik Universitas Bengkulu, Azhar Marwan yang hadir dalam kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa hasil quick count ini memang sudah ramai sejak survei sebelum Pilpres, terlebih lagi menurutnya hasil survei dari masing-masing lembaga sejalan dengan hasil quick count.Bahkan menurut Azhar, baik hasil survei maupun quick count sudah menjadi sorotan publik karena dibeberapa kesempatan hasil dari beberapa survei maupun quick coun hasilnya selalu terbalik.”Hasil quick count ini ramai dan menjadi sorotan publik, karena dibeberapa Pilkada, justru hasilnya terbalik dari quick count,” jelas Azhar.

Oleh karena itu, Azhar Marwan menyarankan semua pihak untuk menunggu hasil real count dan hasil perhitungan manual yang dilakukan KPU, karena menurutnya hasil tersebut yang nantinya akan menentukan siapa pemenangnya.”Saya harap masyarakat jangan gaduh dulu karena bisa mengganggu yang lain dan bisa memicu hal-hal yang tidak diingingan karena Pemilu kali ini sangat melelahkan,” pesan Azhar.

Azhar Marwan juga mengingatkan bahwa, dari pelaksaan Pemilu sendiri khususnya untuk Pilpres, ia berharap tujuan politiknya bukan untuk merebut kekuasaan tapi bagaiman hasil dari Pemilu bisa mensejahterakan masyarakat.

Saling Klaim Menang

Terpisah, Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Bengkulu Muslihan mengatakan, untuk di Provinsi Bengkulu berdasarkan laporan tim kemenangan dan tim koalisi, capres 01 memperoleh 60 persen dan capres 02 sebesar 40 persen. “Laporan sudah kita terima, kita lebih unggul di Bengkulu,” terang Muslihan.

Ditegaskannya, kemenangan 60 persen itu terdapat di 8 kabupaten dan kota. Kemenangan tersebut tidak terlepas dari tim kemenangan dan 17 kelompok relawan yang telah berjuang untuk Provinsi Bengkulu. “Ini berkat dari tim semua yang telah bergerak untuk kemenangan bersama,” tambahnya.

Tentu dengan kemenangan itu, menurut Muslihan dampak untuk kemenangan itu tentu tidak lain untuk melanjutkan pembangunan di Provinsi Bengkulu. “Kita sadar bahwa pembangunan khususnya di Bengkulu perlu kesinambungan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Pemenangan 02 Prabowo- Sandi, Dempo Xler menegakas, hasil perhitungan yang dilakukan, 02 menang 57 persen dan 01 hanya memperoleh 47 persen. “Kita menang di 8 kabupaten/kota. Ini kemenangan masyarakat Bengkulu khususnya bangsa Indonesia,” terangnya.

Meski demikian, Dempo menegakaskan hasil keputusan pasti ada di KPU. Namun demikian, suara tersebut akan tetap dikawal sampai tingkat KPU pusat. “Kita tetap kawal suara ini sampai final di KPU,” pungkasnya.(251)