Tunggu Bupati dan Laporan Kades

Longsor (1)
Doni/Bengkulu Ekspress
ANCAM: Kondisi longsor di jalan lintas Desa Babakan Bogor Kecamatan Kabawetan yang mengancam bangunan irigasi perairan untuk 20 hektar lahan persawahaan.

KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepahiang belum melakukan tindakan tanggap darurat untuk memperbaiki tebing jalan di jalan lintas Babakan Bogor Kecamatan Kabawetan yang ambruk karena longsor. Penanganan darurat sama sekali belum dilakukan oleh jajaran pemerintah agar dapat mencegah bencana longsor susulan.

“Kalau sekarang tanahnya masih goyang, sisa longsor masih terus runtuh. Sedangkan, bangunan irigasi yang mengairi puluhan hektar lahan persawahan itu sudah mengantung bisa bisa nanti ambruk juga,” tutur pemilik lahan,Helmi Johan. Selanjutnya, Helmi berharap, ada tindakan oleh pihak-pihak terkait untuk mengantisipasi longsor susulan terulang kembali.

“Longsor kecil terus terjadi, bahkan jarak tanah sudah tidak sampai 50 centi meter lagi ke bibir irigasi kalau dibiarkan dalam waktu lama bisa habis lahan ini akibat longsor,” ucapnya.

Jika irigasi ambruk maka ada sekitar 20 hektar lahan persawahan akan terganggu. Pasalnya lahan persawahan yang berada di bawah titik longsor tersebut menggantungkan diri pada irigasi untuk memenuhi kebutuhan persawahan. Selain itu ada juga sekitar kolam ikan milik masyarakat yang jumlah cukup banyak semua menggantungkan suplai air dari irigasi Babakan Bogor.

Kepala BPBD Ir Taufik melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Aryesi Maryana SPd dikonfirmasi BE mengaku, menunggu Bupati Kepahiang Dr Ir Hidayatullah Sjahid MM pulang untuk melaporkan kejadian bencana. “Laporan sudah kita buat, tetapi Besok (Hari ini, red) baru diberikan ke Bupati,” ujarnya.



Menurutnya, BPBD akan menunggu langkah atau arahan kedepannya untuk melakukan penanganan terhadap bencana longsor di jalan lintas Desa Babakan Bogor.

“Nanti kita tunggu bagaimana selanjutnya, kalau kita sudah buat laporan tinggal disampaikan ke Bupati,” sebutnya. Disinggung soal penangananan tanggap darurat guna mencegah longsor susulan, Aryesi mengaku, belum melakukannya karena masih menunggu laporan tertulis dari Kepala Desa (Kades) setempat.

“Belum karena laporan dari desa mengenai kebencana itu belum ada. Harusnya Kades buat laporan tertulis ditujukan ke Bupati, nanti ditembuskan ke BPBD, Dinas Pertanian dan PU. Kalau kini belum ada laporan itu,” tutur Aryesi. (320)