Tunda Momongan Dapat Rp 1 Juta

KbMUKOMUKO, BE – Pemerintah daerah melalui Badan Koordinasi,Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKKB dan PP) menyiapkan anggaran Rp 1 juta untuk 1 pasangan pengantin baru yang menunda kelahirannya minimal 3 tahun. “Pemberian hadiah berupa uang tunai  ini merupakan instruksi Bupati Mukomuko,” ungkap Kepala BKKB dan PP, Dra Farida Ariani.

Pemberian hadiah uang tunai bagi yang menunda momongan tidak akan dibatasi oleh pemerintah daerah. Artinya bagi siapapun warga Mukomuko yang menunda kelahirannya bakal mendapatkan uang yang dijanjikan. “Jika ada pasangan muda yang ikut mendukung program pemerintah ini akan dapat hadiah yang dijanjikan,” jelasnya.

Sementara itu untuk melakukan pemasangan alat kontrasepsi bagi perempuan yang dinamakan subektomi dan bagi pria dinamakan vasektomi. Warga tidak perlu lagi harus ke rumah sakit di luar kabupaten. Pasalnya di RSUD Mukomuko sudah bisa melayani pemasangan alat kontrasepsi itu karena sudah ada dokter spesialisnya. Pemasangan itu gratis alias dibiaya langsung oleh pemda.

“Tak hanya hadiah Rp 1 juta bagi masyarakat yang menunda kelahirannya melainkan bagi warga yang ingin memasang subektomi dan vasektomi juga digratiskan,” jelasnya.

Program yang berkelanjutan itu kata Farida tidak lain untuk kepentingan masyarakat.  “Untuk apa anak banyak jika gizi yang diberikan tidak terpenuhi dan lainnya. Lebih baik 2 anak dimana gizi, pendidikan dan lainnya terpenuhi,” katanya.

Ditambahkan Farida untuk pemasangan alat kontrasepsi tersebut tidak melanggar agama. Hal tersebut dikuatkan atas keputusan MUI Pusat , Kabupaten dan Provinsi. “Bagi masyarakat yang  ingin memasang alat kontrasepsi silakan mendaftar ke BKKB dan PP,” demikian Farida. (900)