Tunawisma Ditemukan Tak Bernyawa

DITEMUKAN: Januhari (55) ditemukan tewas di dalam gudang bekas Genset di belakang Gudang Pembekuan Ikan PPI Pulau Baai. AG (diborgol dan menunduk) terduga pelaku pembunuhan Januahari saat diamankan polisi.
DITEMUKAN: Januhari (55) ditemukan tewas di dalam gudang bekas Genset di belakang Gudang Pembekuan Ikan PPI Pulau Baai. AG (diborgol dan menunduk) terduga pelaku pembunuhan Januahari saat diamankan polisi.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Penemuan mayat kembali terjadi di wilayah hukum Polres Bengkulu. Pedagang ikan di Kawasan Pusat Pelelangan Ikan (PPI) Pulau Baai, Senin pagi (5/2) sekitar pukul 07.00 WIB menemukan mayat seorang tunawisma di dalam gudang bekas genset di belakang gudang Coldstorage (pembekuan ikan, red) PPI Pulau Baai Kota Bengkulu. Mayat korban yang diketahui bernama Januhari alias Jauhari (55) warga asal Provinsi Banten tersebut pertama kali ditemukan Nirmala Sari (43).

“Waktu itu saya bermaksud memberi makan dia (Januhari, red). Saya memang rutin setiap hari memberi dia makan lantaran kasihan. Saat saya datang ke gudang tersebut, saya terkejut dan berteriak karena korban sudah terbujur kaku,” jelas Nirmala kemarin (5/2).

Mengetahui Januhari sudah menjadi mayat, Nirmala lalu melaporkan hal tersebut kepada pedagang yang lain. Sontak saja semua pedagang yang berjualan di dalam kawasan PPI menjadi gempar dan berdatangan ke gudang tersebut melihat jasad Jauhari.

“Disini Januhari hanya sebatang kara, selain itu dia juga sering sakit-sakitan sehingga kami sangat prihatin dan sering memberinya makan,” jelas Nirmala.

Setelah menemukan korban, warga pun langsung menghubungi polisi. Hanya selang beberapa menit, anggota kepolisian dari KSKP dan tim Inafis Polres Bengkulu tiba lokasi dan langsung mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Dengan memasang Police Line. Kemudian tim Inafis Polres Bengkulu langsung melakukan olah TKP.

Dari hasil olah TKP tersebut di ketahui bahwa Januhari tewas diduga karena dianiaya teman dekatnya berinisial AG yang juga tinggal di gudang genset tersebut. Hal itu diketahui setelah dilakukan pemeriksaan terhadap AG yang waktu kejadian berada di TKP dan langsung diamankan anggota KSKP.

“Diduga korban Januhari tewas karena dianiaya AG. Namun sejauh ini kita masih melakukan pemeriksaan secara itensif kepada terduga AG,” jelas Kasat Reskrim Polres Bengkulu, AKP Djohan Andika SIk yang memimpin langsung olah TKP.
Untuk pemeriksaan lebih lanjut, saat ini jasad Januhari dibawa ke Rumah Sakit Dokes Bayangkara untuk dilakukan visum luar untuk mengetahui penyebab pasti kematian Januhari. Sementara AG langsung dibawa ke Polres Bengkulu, setelah diamankan di KSKP.

“Untuk sementara kita lakukan visum luar guna memastikan penyebab kematian Januhari. Untuk otopsi kita masih menunggu pihak keluarga. Sementara AG akan kita periksa lebih lanjut demi proses hukum,” tutup Djohan kepada BE.
Menurut keterangan Kepala PPI Nancik, Jauhari memang sudah beberapa bulan terakhir ini sering berada di PPI dan sering membantu nelayan ketika melaut. AG berada satu tempat tinggal dengan korban selama ini dan mereka berteman.

“Jika melihat kondisi AG selama ini kita tidak tahu pasti. Prilaku sehari-hari AG terkadang aneh sehingga para pedagang disini tidak begitu berani mendekatinya,” tutupnya. (529)