Tumpukan Material di Jalan Sapta Marga Rejang Lebong Bahayakan Pengendara


Ary/BE
Material pembangunan drainase yang ditumpuk di jalan Sapta Marga Kota Curup yang menyebabkan sejumlah pengendara mengalami kecelakaan, Sabtu (28/11).

CURUP, bengkuluekspress.com – Tumpukan material pembangunan drainase di jalan Sapta Marga Kelurahan Talang Rimbo Lama Kabupaten Rejang Lebong membayahakan para pengguna jalan. Sebab, Sabtu (28/11) malam sejumlah pengendara kendaraan roda dua menjadi korban.
Mario (38), warga Kelurahan Talang Rimbo Lama mengungkapkan, setidaknya sudah ada empat pengendara roda dua yang menabrak tumpukan batu material pembangunan drainase yang hampir menutup sebagian badan jalan tersebut.
“Untuk Sabtu malam saja setidaknya ada empat pengendara motor yang jatuh, bahkan ada yang sampai tak sadarkan diri,” terang Mario saat dikonfirmasi BE, Minggu (29/11).

Dijelaskan Mario, posisi tumpukan batu yang membahayakan pengendara tersebut tepat berada di turunan sebelum pasar hewan Kota Curup.
Tumpukan batu tersebut berbahaya bagi pengguna jalan karena selain posisinya yang berada di turunan. Kondisi jalan yang licin karena hujan serta kondisi jalan yang cukup gelap karena kurangnya penerangan juga karena tidak adanya rambu-rambu untuk pengguna jalan. Sehingga banyak pengendara yang memacu kendaraannya cukup tinggi terutama dari arah jalan Suprapto tiba-tiba kaget karena ada tumpukan batu.
“Kami berharap pelaksana kegiatan ini segera merapikan tumpukan batu ini, sehingga tidak ada lagi korban jiwa,” paparnya.

Sementara itu, Kapolres Rejang Lebong, AKBP Puji Prayitno SIK MH melalui Kasat Lantas, IPTU Aan Setiawan SSos MM membenarkan perihal keluhan warga mengenai tumpukan material tersebut. Bahkan menurut Aan memang ada pengendara kendaraan yang terjatuh karena tumpukan tersebut.
“Korban kecelakaan yang resmi melapor baru satu, namun untuk yang tidak melapor bisa saja banyak,” tambah Aan.

Kemudian pasca menerima laporan dari warga tersebut, petugas dari Sat Lantas Polres Rejang Lebong bersama warga langsung melakukan meminggirkan tumpukan batu yang sebelumnya hampir menutupi sebagian badan jalan serta memberikan tanda berupa cone dan garis kuning untuk mencegah terjadinya kecelakaan, terutama saat malam hari.
“Senin (30/11) kita akan konfirmasi dengan pihak proyek, kenapa penempatan material seperti itu sehingga membahayakan pengendaran, kita akan ingatkan pelaksana agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegas Aan.(251)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*