Tukang Sayur Dibacok Perampok

CURUP TENGAH, BE РPara pelaku perampokan tampaknya sudah tidak pilih-pilih untuk merampas harga benda milik korbannya. Bayangkan saja, Marinah (70) warga Desa Air Merah Kecamatan Curup Tengah yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual sayur  segar keliling, sekitar pukul 12.45 WIB Minggu (9/12) menjadi korban perampokan dan pembacokan yang dilakukan oleh dua orang remaja.

Data terhimpun, aksi perampokan yang dialami korban tersebut berawal saat korban baru pulang dari memetik sayuran di kebun warga. Saat melintas di sebuah simpang sepi di Desa Air Merah dengan kondisi hujan, korban yang sedang berjalan sendirian dengan memikul bronang berisi sayur, dicegat dua orang remaja yang menggunakan sepeda motor warna putih.

Kedua remaja itu meminta uang kepada sang nenek tersebut, dan mengancam akan melukai wanita renta itu jika tidak memberikan uang. Karena tidak memiki uang, para pelaku diduga tidak percaya, dan menganiaya sang nenek. Pedagang sayuran itu mengalami luka bacok di punggung serta luka menganga di bagian pipi bagian kanan hingga mengalami pendarahan serius. Usai membacok korban pelaku pergi, sedangkan korban terkapar di pinggir drainase jalan. Beruntung korban ditemukan oleh warga, kemudian segera dilarikan ke IGD RSUD Curup untuk mendapatkan pertolongan medis.

Susanti (45), menantu korban,¬† ketika ditemui wartawan di RSUD Curup menerangkan, semula korban tidak mengaku sudah menjadi korban perampokan. “Pertama ditemukan ibu mertua saya itu mengaku luka terjatuh akibat pisaunya sendiri. Tapi kami aneh, karena pisau ibu kami tidak ada sisa darah, begitu juga dengan bronang yang dibawanya. Lukanya juga aneh, ada dua luka di punggung dan luka menganga di pipi,” terang Susanti.

Setelah didesak, akhirnya korban mengaku baru saja jadi korban perampokan oleh dua orang pemuda menggunakan sepeda motor berwarna putih. “Ibu mertua kami itu mengaku dirampok. Kami mendapatkan ibu kami luka dari warga, segera langsung membawa korban ke rumah sakit,” tegas Susanti.

Sementara itu, Riadi (50) Kepala Dusun Tiga Desa Air Merah kepada wartawan mengaku mendapatkan laporan warga langsung membawa korban ke RSUD Curup. “Kalau luka karena pusau sendiri kami juga tidak yakin, korban belum memberikan keterangan lagi, karena masih dirawat. Kalau memang sudah pasti ini perampokan kami akan segera laporkan ke Mapolres Rejang Lebong agar di proses,” tegas Riadi. Karena korban masih dirawat, juga belum diketahui apakah perampok membawa harta korban atau tidak.
Dijelaskan Riadi, korban selama ini menghidupi dirinya sebatang kara sudah lebih dari 10 tahun, sejak suaminya meninggal dunia. Korban diketahui memiliki dua anak laki-laki yang semuanya sudah berumah tangga.

Untuk menyambung hidup sehari-hari, Marinah yang tidak memiliki kebun sendiri, setiap hari berkeliling ke perkebunan warga untuk mencari sayuran, bahkan memungut sisa-sisa panen warga (meleles), untuk dijual kembali. “Korban jualan setiap hari, pagi dan sore Ia jualan sayuran kepada pelanggannya di Kelurahan Air Bang, Batu Galing hingga ke Pasar Atas,” terang Kadus. (999)