Tukang Pelaminan dan Musik di BS Tuntut Pesta Bisa Digelar

HEARING: Pemilik usaha yang berkaitan dengan pesta pernikahan hearing bersama DPRD BS, Selasa (19/1).

KOTA MANNA, bengkuluekspress.com – Tukang pelaminan beserta pemilik usaha musik dan fotografer serta tata rias, mendatangi DPRD Bengkulu Selatan (BS). Kedatangan mereka ini meminta dukungan DPRD BS agar pesta pernikahan diizinkan kembali.

“Usaha kami cuma itu, kalau tidak diizinkan, kami bisa mati,” kata Yayan, juru bicara para puluhan tukang rias, pelaminan, musik, juru foto saat ditemui di sekretariat DPRD BS, Selasa (19/1).

Dikatakan Yayan, selama ini Pemda BS melayani digelarnya pesta pernikahan. Namun disisi lain mengizinkannya dibuka pasar dan tempat-tempat obyek wisata. Padahal belum tentu Covid-19 menular pada warga yang ada di tempat pesta pernikahan.

“Pemerintah takut warga tertular Covid-19 di tempat pesta, namun membiarkan kami mati karena tanggungan hutang sebab tidak bisa bekerja,” ujar Yayan.

Oleh karena itu, Yayan berharap agar Pemda BS dapat mengizinkan digelarnya pesta pernikahan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sebab kata Yayan, semua pemilik usaha yang berhubungan dengan pesta pernikahan serta warga BS yang akan menggelar pesta pernikahan siap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

“Tolong izinkan lagi pesta pernikahan digelar, kami siap mematuhi prokes Covid-19 secara ketat,” harap Yayan.

Sebab sambung Yayan, jika pesta pernikahan terus dilarang digelar, maka semua pemilik usaha yang berhubungan dengan pesta pernikahan akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tidak hanya itu, pihaknya juga tidak bisa membayar gaji karyawan dan juga dipastikan tidak akan bisa membayar cicilan bank. Padahal hampir semua pemilik usaha, meminjam uang ke Bank untuk modal usahanya.

“Tolong pikirkan nasib kami,” tutup Yayan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) BS, Yarusdi Yunir SSos mengatakan dilarangnya pesta pernikahan selama ini lantaran pada tempat pesta tersebut paling banyak warga tertukar Covid-19. Sebab di tempat pesta kesadaran warga untuk menerapkan prokes Covid-19 sangat rendah. Hal ini terbukti setelah 3 minggu pesta pernikahan dilarang digelar warga yang tertular covid-19 sangat berkurang. Bahkan saat ini BS sudah tidak kagi di zona merah. Namun sudah berada di zona kuning. Dirinya berharap dalam waktu dekat ini, BS kembali ke zona hijau dan pesta pernikahan bisa digelar kembali.

“Saya minta sabar dulu, kita lihat hingga akhir bulan ini, jika keadaan normal kembali, semuanya kita izinkan dan termasuk sekolah kita buka lagi,” ujarnya.

Ketua DPRD BS, Barli Halim SE ikut prihatin dengan kondisi dan nasib yang dialami para pemilik usaha yang berhubungan dengan pesta pernikahan tersebut. Oleh karen itu, ketua DPD PDIP BS ini mengaku akan segera berkoordinasi dengan seluruh forum komunikasi pimpinan daerah (FKPD) untuk mencari solusi terbaik. Sehingga apa yang diinginkan para pemilik usaha tersebut bisa terwujud.

”Secepatnya saya akan koordinasikan keinginan para pemilik usaha yang berkaitan dengan pesta pernikahan ini kepada FKPD, semoga nanti pesta pernikahan bisa digelar lagi dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” ujar Barli kepada para pemilik usaha saat hearing di ruang rapat kerja DPRD BS, Selasa (19/1). (369)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*