Tujuh Bulan, 75 Kali Kebakaran

Bocah 9 Tahun Tewas Terbakar
foto : IST

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Selama periode Januari hingga Agustus 2018, sedikitnya telah terjadi sekitar 75 peristiwa kebakaran di Kota Bengkulu. Kebakaran terjadi pada rumah permanen, semi permanen, maupun rumah non permanen, gedung perkantoran dan lahan kosong.

“Ya sejak Januari hingga Agustus ini sudah ada 75 kejadian kebakaran. Meliputi, 20 kejadian kebakaran lahan atau hutan kosong, sisanya 55 kejadian kebakaran menimpa rumah warga dan gedung perkantoran dan lain-lainnya,” terang Kepala Dinas Pemadam Bahaya Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bengkulu, Saiful Apandi SSos kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (21/8/2018).

Penyebab terjadinya kebakaran cukup beragam, seperti akibat korsleting listrik, kompor meledak, bekas puntung rokok yang dibuang sembarangan, lilin dan lainnya.

“Untuk total korban jiwa sejak Januari hingga Agustus ini tidak ada, namun ditahun 2017 yang lalu ada korban jiwanya,” ucapnya.

Selain itu, ia juga menyebutkan, untuk kerugian materiil akibat kebakaran itu tak kurang hampir menembus angka miliaran rupiah akibat peristiwa kebakaran.

Penyebab Utama Korsleting Listrik

“Kebanyakan korsleting listrik penyebab utamanya kebakaran di Kota Bengkulu ini. Bisa jadi kabel lama dan tua masih digunakan pada rumah tangga dan perkantoran. Lebih parahnya, tak ada pergantian kabel ketika menambah daya listrik sehingga panas yang mengalir berpotensi menghasilkan api,” ungkapnya.

Saiful Apandi mengimbau, agar pemilik gedung baik rumah tempat tinggal atau gedung perkantoran harus melakukan pengawasan dalam perawatan kabel listrik agar peluang kebakaran bisa diminimalisir akibat panas yang terus mengalir melalui kabel.

“Lakukanlah perawatan dengan maksimal agar tidak ada peristiwa kebakaran terutama pada rumah atau gedung yang sudah lama,” imbaunya kepada Bengkulu Ekspress.

Ditambahkannya, apalagi sekarang ini Bengkulu dalam keadaan kemarau dan angin kencang, jadi diharapkan warga tidak pernah meninggalkan rumah dengan kondisi kabel listrik masih terpasang, kompor masih hidup, karena itu salah satu juga penyebab terjadinya kebakaran.

“Kebakaran murni atas kelalaian manusia itu sendiri. Bukan keinginan Tuhan, berbeda dengan gempa bumi, banjir dan angin topan. Itu semua kehendak Tuhan, jadi manusia itu sendiri yang harus lebih peka dan peduli lagi terhadap bagunan tempat tinggalnya ataupun gedung perkantoran dan lahan kosong disekitar rumah mereka,” tutupnya. (529)