Tuak dan Miras Kembali Marak

RAZIA: Anggota Mapolsek Manna saat merazia warung tuak di BS.

KOTA MANNA, bengkuluekspress.com – Peredaran minuman keras (miras) dan tuak di Bengkulu Selatan (BS) sepertinya sulit dibasmi. Pasalnya setiap aparat menggelar razia, selalu ditemukan adanya peredaran miras dan tuak. Meskipun tidak ditemukan dalam jumlah besar, namun sepertinya peredaran minuman memabukkan tersebut masih saja marak terjadi di BS. Terbukti dalam razia yang digelar anggota Mapolsek Kota Manna kembali menemukan miras dan tuak.

“Saat kami razia, ada miras dan tuak yang kami sita,” kata Kapolres BS, AKBP Deddy Nata SIK melalui Kapolsek Kota Manna, Iptu Sukari SE.

Dikatakan Sukari, razia tersebut digelar Selasa (15/6) malam hingga Rabu (16/6) dini hari. Dalam razia, pihaknya mendatangi beberapa warung. Seperti warung tuak di Kelurahan Pasar Bawah, Pasar Manna milik Susi (46). Di warung Susi tersebut, berhasil menyita 1 drigen tuak muatan 10 liter, 3 teko tuak dan 3 gelas tuak. Kemudian warung tuak milik Gultom (50) Trans Melao, Ibul, Kota Manna.

Hasilnya pihaknya mengamankan 10 liter tuak. Lalu mendatangi warung manisan milik Anton (24) warga jalan Letnan Tukiran, Kota Manna. Hasilnya menyita satu botol miras jenis Vodka. Kemudian mendatangi warung manisan milik Yulian (41) warga jalan Letnan Jahidin, Pasar Bawah, Pasar Manna. Hasilnya menemukan 1 botol miras jenis vodka. Terakhir mendatangi tempat karoukean milik Lena (41) di pantai pasar bawah. Namun di sini, pihaknya tidak menemukan miras ataupun tuak.

“Memang tidak banyak, namun selalu kami temukan miras dan tuak saat razia,” ujarnya.

Dijelaskan Sukari, dengan mengkonsumsi miras dan tuak, dapat membuat sumber masalah. Sebab membuat terjadinya perkelahian atau keributan atau kejahatan. Untuk itu, dirinya berharap agar warga dapat menjauhinya.
” Jangan konsumsi miras dan tuak, sebab itu menjadi pemicu terjadinya kriminalitas,” tandas Sukari. (369)







    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*