Tsk Pembunuh Astrid Suka Perlihatkan Kemaluan Saat Video Call

FOTO ARY/BE – Tersangka pembunuh Astrid sudah diamankan di Mapolres Rejang Lebong

CURUP, bengkuluekspress.com – Yo Tersangka pelaku pembunuhan terhadap Astrid Aprilia (15) yang dikabarkan hilang sejak 8 November 2018 lalu, diduga memiliki orientasi seks yang berbeda atau orientasi seks menyimpang.

Pasalnya, dari hasil penyelidikan polisi terhadap HP milik Astrid yang selama ini digunakan Yo, kerap digunakannya untuk melakukan video call melalui aplikasi whatsapp kepada sejumlah wanita. Dimana saat melakukan video call tersebut Yo kerap memperlihatkan kemaluannya.

“Video call dengan cara tersebut (memperlihatkan kemaluan) dilakukan Yo ini kepada nomor-nomor cewek yang didapatkannya dari grub sekolah yang ada di Hp Astrid,” terang Kapolres Rejang Lebong, AKBP Jeki Rahmat Mustika SIK melalui Kasat Reskrim AKP Andi Kadesma SIK didampingi Kanit PPA Aiptu Desi Oktavianti saat dikonfirmasi Kamis (23/1).

Dijelaskan Aiptu Desi, kegiatan video call yang dilakukan Yo tersebut juga yang membuat resah masyarakat Rejang Lebong khususnya Kota Curup beberapa waktu lalu. Karena memang beberapa waktu lalu di jejaring sosial Facebook banyak warga yang mengaku diteror video call oleh nomor baru, saat video call tersebut diterima ternyata yang melakukan panggilan menunjukkan kemaluannya.

“Memang benar, Yo inilah yang beberapa bulan kemarin sempat meneror warga dengan video call seperti itu,” terang Aiptu Desi.

Menurut Aiptu Desi, bukti bahwa Yo melalukan video call dengan memperlihatkan kemaluannya tersebut juga terdapat dalam Hp korban yaitu tangkapan layar yang dilakukan Yo saat melakukan video call. Bahkan menurut Aiptu Desi dari dari kegiatannya tersebut Yo juga kerap memeras korbannya, dengan mengancam akan menyebarkan tangkapan layar tersebut bila tidak memberi sejumlah uang.

Disisi lain, menurut Aiptu Desi dalam penggeledahan yang mereka lakukan di mobil angkot milik Yo, selain menemukan Hp Astrid beserta satu HP lainnya yang diduga milik korban lain, petugas juga menemukan sembilan potong celana dalam wanita. Dimana sembilan potong celana wanita tersebut masih diselidiki siapa pemiliknya. Karena menurut Aiptu Desi, saat mereka mengkonfirmasi ke Nenek Astrid, semua celana dalam milik Astrid selalu ia tandai dengan membuat jahitan nama Astrid.

“Terkait dengan prilakunya tersebut, masih kita dalami apakah masuk dalam kategori seks menyimpang atau bukan,” paparnya.

Disisi lain, Hendri (40) salah satu paman Astrid saat ditemui dikediaman nenek Astrid di Gang Palm Kelurahan Sukaraja Kecamatan Curup Timur juga mengungkapkan hal serupa. Dimana menurut Hendri banyak kawan-kawan, khususnya kawan cewek dari Astrid yang menerima video call menggunakan nomor Astrid. Saat mereka menerima panggilan tersebut, ternyata pelaku telah memperlihatkan kemaluannya.

“Ada beberapa kawasn Astrid yang mengaku menerima telepon seperti itu, dari situ kami terus melakukan pelacakan,” paparnya.

Disisi lain, Hendri juga mengungkapkan saat Yo meminta tebusan uang sebesar Rp 100 juta kepada keluarga Astrid, Yo juga meminta wanita pengganti dari Astrid bila Astrid telah dia pulangnya. Namun permintaan tersebut tidak mereka turuti.

“Memang benar ia pernah minta uang Rp 100 juta, selain minta uang ia juga minta anak gadis sebagai pengganti Astrid,” aku Hendri.(251)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*