Tsk Galian C Terancam Denda Rp 10 M

Tersangka JE saat keluar dari Unit Tipitder Polres BU
ARGA MAKMUR, BE- Kasus Galian C pasir secara ilegal di Desa Air Padang, Lais, Bengkulu Utara (BU), segera masuk ranah
peradilan. Pasalnya, berkas perkara telah dilimpahkan penyidik ke Kejaksaan Negeri Arga Makmur karena
dinyatakan lengkap atau P21. “Masalah JE itu sudah P21, rencananya¬† pagi ini (kemarin) akan dilimpahkan ke kejaksaan,”
kata Kanit Tipitder Reskrim Polresta BU, Ipda Sampson Sosa Hutapea, kemarin.
Kasus ini menyeret satu orang tersangka yakni JE, warga Desa Air Padang. Tersangka dijerat pasal 158 UU No 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara (Minerba) yang mana setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK terancaman hukuman berupa pidana penjara paling lama 10 tahun penjara ditambah denda paling besar Rp 10 M.
“Dalam perkara ini, kita mengamankan barang bukti berupa 1 unit truk, 4 buah skop, 1 pacul dan setengah kubik pasir,” ujarnya.
Kejadian ini bermula saat tersangka tertangkap tangan oleh polisi pada Agustus lalu, saat tersangka sedang melakukan aktivitas pertambangan galian C di Desa Air Padang, dengan menggunakan sekop.(927)

  • IDHAM 2 Oktober 2014 at 18:54

    HUKUM JANGAN TEBANG PILIH SEBAIKNYA SELURUH GALIAN C BAIK PASIR LAUT DAN PASIR SUNGAI DITUTUP KARENA DAMPATNYA LUAR BIASA TELAH TERJADI ABRASI PANTAI DIMANA MANA SEMENTARA PENDAPATAN UNT KAS NEGARA NOL KEUNTUNGAN HANYA DINIKMATI OLEH ORANG PER ORANG. ANGG HABIS UNTUK MEMBUAT BRONJONG PEMECAH OMBAK PADAHAL ANGG TSB ANGGRN TSB BANYAK DIBUTUHKAN UNT SEKTOR2 LAIN.