Truk Industri Sedot BBM

BENGKULU, BE – PT Pertamina Persero mengharapkan Pemprov Bengkulu mengatur penggunaan BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi yang saat ini masih dikonsumsi truk industri. Sehingga bisa mengurasi penggunaan BBM bersubsidi yang kurang tetap sasaran. “Kendaraan angkutan batu bara misalnya, masih menggunakan BBM bersubsidi. Kita berharap Pemerintah Provinsi mengaturnya agar mereka menggunakan BBM nonsubsidi,” ujarnya Sales Refresentatif Depo Pertamina Pulau Baai Misbach Bukrori, kemarin. Ia mengatakan BBM bersubsidi mestinya hanya digunakan untuk masyarakat kurang kecil dan kurang mampu. Pada kenyataannya truk-truk angkutan industri dan perusahaan besar masing mengkonsumsi BBM bersubsidi. “Akibatnya kami sulit untuk menerapkan aturan BBM bersubsidi yang habis disedot angkutan perusahaan besar yang mestinya sudah menggunakan BBM nonsubsidi,” katanya. Dampak belum adanya aturan tersebut, Pertamina belum bisa mengategorikan truk-truk tersebut kegolongan truk industri karena belum ada peraturan pendukung. Pertamina menyambut baik jika ada aturan tentang itu. “Paling lambat seminggu peraturan itu diterbitkan pengawasan akan dilakukan secara ketat dan penyediaan SPBU nonsubsidi akan segera dilakukan karena beberapa SPBU siap beralih dari solar subsidi ke nonsubsidi,” ujarnya. Ia mengatakan jika ada ketegasan dari pemerintah, Pertamina akan menyediakan beberapa SPBU khususnya di jalur yang dilalui truk batu bara dan kelapa sawit untuk menjual solar nonsubsidi. Selain itu, Misbach menegaskan akan mengevaluasi satuan pengisian bahan umum yang diduga melakukan penimbunan BBM. “Sampai saat ini ada 31 satuan pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang beroperasi dan dua unit lainnya dalam tahap penyelesaian pembangunan, dari jumlah itu ada yang diproses polisi karena diduga melakukan penimbunan,” ujarnya.(100)