Truk Ekspedisi Terperosok

truk nyungsep (2)

KEPAHIANG, BE – Sekitar pukul 10.00 WIB Selasa (1/12) kemarin, truk ekspedisi dengan nomor polisi BG 8257 EF dengan tujuan Kabupaten Curup Rejang Lebong, terperosok. Akibatnya, menimbulkan kemacetan hingga mencapai 100 meter lebih untuk beberapa saat.

Pantauan BE, truk ekspedisi bermuatan keramik dan kaca yang akan dikirim ke Pengadilan Negeri (PN) Curup ini nyaris terguling di jalan lintas Desa Tebat Monok Kecamatan Kepahiang, persisnya di depan RSUD. Kejadian ini terjadi, lantaran kondisi badan jalan yang tengah dikeruk tanpa adanya rambu-rambu peringatan marka jalan, sehingga kendaraan yang lewat tidak mengetahui jika kondisi badan jalan tidak rata.

“Awalnya saya ingin lurus saja, tetapi ada petugas proyek disini yang menyuruh mengambil sisi jalan sebelah kanan. Akibatnya ban depan sebelah kanan mobil saya terbenam dan terperosok ke pinggir badan jalan,” ujar sopir truk naas, Rahmat (50), saat di tempat kejadian perkara (TKP), kemarin.

Dikatakannya, dirinya semula melaju dari arah Bengkulu hendak menuju Curup dengan membawa perabotan untuk Kantor PN Curup yang terdiri dari kramik, kaca, bak air dan sejumlah perabotan lainnya.

“Dengan kondisi ini saya mengalami kerugian, apalagi barang-barang yang saya bawa ini rata-rata perabotan kantor untuk PN Curup,” sampainya.

Sementara itu, salah seorang petugas pengerjaan jalan yang enggan menyebutkan namanya menyampaikan, proses pengerukan badan jalan yang dilakukan pihaknya saat ini terkendala dengan cuaca yang sering kali hujan. Akibatnya proses pengerjaan jalan terpaksa dilakukan pihaknya pada pagi menjelang siang hari.

“Kalau jalan ini dikerjakan pada sore atau malam hari, sering sekali hujan sehingga mengakibatkan material terbawa hujan. Makanya proses pengerukan jalan disini kami lakukan pada pagi dan siang hari,” katanya.

Disampaikannya, kondisi jalan yang menanjak dan pada bagian pinggir jalan yang berupa tebing-tebing tanah juga menyulitkan pihaknya dalam melakukan proses evakuasi kendaraan disaat perbaikan jalan dilakukan.

“Sebenarnya kami sudah lakukan pengaturan laju kendaraan yang lewat dengan sistem buka tutup jalan satu arah, hanya saja struktur tanah disini lembab dan tidak padat, sehingga mengakibatkan kendaraan yang lewat tadi salah satu bannya terbenam,” jelasnya. (505)