Truk Disandera, Gerbang Diblokade

Protes Pekerja Jembatan Musi II
Mobil dump truk yang ditahan oleh para pekerja

KEPAHIANG, BE – Puluhan pekerja pembangunan pondasi jembatan musi II di jalan ringroad Kelobak melakukan mogok kerja. Aksi ini dilakukan pekerja sebagai bentuk protes karena gaji tak dibayar Rabu (27/2) kemarin. Selain mogok para pekerja juga sempat menyandera sebuah dump truk Mitsibishi Colt Diesel nopol BD 8640 DL warna kuning untuk beberapa saat dan menutup gerbang pengerjaan Jembatan Musi II tersebut.

 
“Penutupan lokasi proyek merupakan wujud kekecewaan kami karena gaji kami tidak kunjung dibayar oleh bos kontraktor proyek pembangunan jembatan musi II ini. Padahal pekerjaan kami sesuai dengan kotrak sudah selesai, jadi wajarlah jika kami menuntut pembayaran upah. Karena itu merupakan hak kami,” ungkap pekerja asal Lebong, Sopian diamini rekan-rekannya antara lain Saukani, Giran, Burhan, Rei dan Sendi.
Diterangkannya, pekerja yang belum menerima upah sekitar 30 orang. Upah itu terhitung 24 hari kerja. Sejauh ini pekerja disini upahnya beragam antara Rp 65 ribu hingga 100 ribu perhari.

 
“Biasanya upah kami dibayar setiap 2 minggu sekali. Saat ini sudah lebih dari 3 minggu upah kami tidak dibayar. Bahkan sudah 2 kali hanya janji-janji saja. Saat kami tanya alasan bos karena dana belum cair. Itukan bukan urusan kami dan yang jelas kami menuntut hak kami karena kami memiliki tanggungan isteri dan anak yang mau dinafkahi,” jelas Sopian.

 
Sementara itu pekerja lainnya Burhan menyampaikan jika mandor pihaknya sudah bertanya kepada kontraktor proyek, tapi belum ada kejelasan. Bahkan mandor sempat dimarah-marah dan sempat juga diancam akan dilaporkan akan diperkarakan kee polisi. Terang saja kondisi ini juga memancing emosi para pekerja.

Pondasi jembatan musi II yang sudah proses pengerjaanya

“Makanya tadi kami sepakat menyandera Dump Truck yang datang ke sini untuk mengangkut sisa material. Kami minta jangan dulu diangkut hingga gaji kami dibayar,” kata Burhan.

 
Lebih jauh dikatakannya, yang jelas sekarang ini pekerjaan proyek jembatan musi II sudah selesai sesuai dengan kontrak. Maka dirinya meminta agar upah segera dibayar. “Perlu diingat kejadian seperti ini bukanlah pertama kalinya terjadi,” demikian Burhan yang tetap diamini puluhan pekerja lainnya.

 
Adapun untuk diketahui pekerja pembangunan jembatan musi II ini kebanyakan berasal dari Kabupaten Rejang Lebong, Lebong, Bengkulu Tengah dan Kota Bengkulu.

 
Sementara itu, pihak PT Bunga Tanjung Jaya yang merupakan kontraktor pembangunan jembatan musi II ini belum dapat dimintai keterangan soal belum dilakukannya pembayaran upah para pekerja ini.(505)