Tren Positif Ekonomi Bengkulu Berlanjut

REWA/Bengkulu Ekspress
FOTO BERSAMA: Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Christin R. Sidabutar dan segenap jajaran BI Bengkulu berfoto bersama jurnalis di RM Adem Resto, kemarin (12/3).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Memasuki Triwulan I 2019, Perekonomian Provinsi Bengkulu menunjukkan tren yang semakin membaik. Bahkan Bank Indonesia melihat terjadinya peningkatan perekonomian di Bengkulu dengan pertumbuhan mencapai 4,81 persen hingga 5,01 persen.

Membaiknya pertumbuhan ekonomi di awal 2019 ini disebabkan oleh membaiknya harga komoditas pertanian seperti Kelapa Sawit, Karet, dan CPO. Kemudian kinerja perekonomian juga ikut terkerek akibat adalnya Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Endang Kurnia Saputra melalui Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia, Christin R. Sidabutar mengatakan, membaiknya kinerja harga komoditas kelapa sawit dan karet ditingkat petani diperkirakan mempengaruhi perekonomian Bengkulu. Pasalnya selama ini perekonomian sempat terganggu karena kedua komoditas unggulan ini mengalami penurunan higga Rp 600 dan Rp 4.000 per kilogramnya.



“Kita melihat harga komoditas unggulan di Bengkulu akan naik, dengan adanya kenaikan tersebut maka akan mendorong daya beli masyarakat dan imbasnya ekonomi kita juga meningkat,” kata Christin saat menyampaikan Kajian Ekonomi Regional Bengkulu di RM Adem Resto, kemarin (12/3).

Tidak hanya itu, dari sisi penawaran, perekonomian Bengkulu akan dipicu oleh sektor pertambangan dan penggalian, industi pengelolaan, perdagangan besar dan ecera, resparasi mobil dan sepeda motor. Karena selama ini beberapa sektor tersebut telah menunjukan kontribusi positif kepada pertumbuhan ekonomi Bengkulu. Bahkan hingga memasuki triwulan II 2019, Perekonomian Bengkulu akan semakin tumbuh. Pasalnya pelaksanaan Pemilu 17 April 2019 secara langsung telah berdampak pada ekonomi daerah.

“Tidak hanya diberikan oleh beberapa sektor, Pemilu 2019 juga berkontribusi pada Pertumbuhan Ekonomi diawal tahun ini, dimana besarannya mencapai 0,35%-0,45%,” tuturnya.

Hal tersebut dapat terjadi karena berdasarkan data historis pada Pemilu tahun 2009 dan 2014, andil konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT) selalu memberikan andil ke Pertumbuhan ekonomi. Naiknya konsumsi LNPRT akibat dari kegiatan kampanye Pileg dan Pilpres yang diperkirakan intensitasnya meningkat pada periode Maret hingga April 2019. “Jadi dampak pemilu cukup baik bagi pertumbuhan ekonomi Bengkulu di awal 2019 ini,” ujarnya.

Selain itu, Konsumsi LNPRT juga akan mengalami kenaikan pada Awal 2019 akibat dari Ramadan dan Idul Fitri. Sehingga diperkirakan perekonomian Bengkulu secara keseluruhan pada 2019 ini akan lebih baik dari 2018 dimana akan mengalami peningkatan hingga 5,1-5,3 persen atau lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 4,99 persen. “Kita optimis perekonomian Bengkulu di 2019 ini bisa mencapai 5,1-5,3 persen,” jelasnya.

Sementara itu, perkiraan laju Inflasi di 2019 masih dalam kondisi terkendali berada pada sasaran inflasi nasional 3,5±1%. Terkendalinya inflasi tersebut disebabkan oleh baiknya tim TPID didalam menjaga harga komoditas pangan di Pasar. Selain itu tekanan inflasi akan terjadi pada kelompok barang transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan. Sementara untuk komoditas tiket pesawat pada periode mudik lebaran yang perlu diwaspadai adalah kebijakan maskapai.

“Inflasi kita masih terkendali, Triwulan I 2019 inflasi kita masih terkendali, sementara di Triwulan II 2019 diperkirakan sebesar 2,4-2,7 persen, sementra untuk 2019 ini diperkirakan masih sesuai sasaran inflasi nasional 3,5±1%,” tutupnya.(999)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*