Transportasi Darat Terancam Tak Beroperasi

BENGKULU, BE – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar yang memicu kemacetan panjang disejumlah SPBU membuat resah para pengusaha angkutan darat. Sebagian besar mereka menyatakan telah mengalami kerugian yang tidak sedikit akibat langkanya bahan bakar dari jenis fosil tersebut. Apabila kelangkaan ini tidak segera teratasi, mereka akan merencakan melakukan mogok massal.

Demikian diungkapkan Ketua Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Provinsi Bengkulu M Tarmizi, kemarin.
“Kalau memang tidak ada solusi atas kelangkaan yang terjadi saat ini, tidak mustahil kami akan melakukan mogok massal. Bagaimana kami bisa beroperasi tanpa solar? Saat ini, sudah banyak kerugian yang kami alami,” ucap Tarmizi.

Ia pula menjelaskan, kelangkaan solar yang terjadi saat ini telah menjatuhkan omset pengusaha angkutan darat hingga 30 persen dari keadaan normal. Kerugian ini, lanjutnya, sangat berat bagi para pengusaha angkutan darat. Sebab, sebelum kelangkaan yang terjadi, pengusaha angkutan darat telah banyak merugi karena pilihan masyarakat atas sarana transportasi umum yang lain.

“Armada kami dari Pekanbaru sudah belasan jam tidak dapat diberangkatkan. Penumpang pun telah banyak berpindah dan membatalkan keberangkatannya karena sebagian besar armada kami masih mengantre di SPBU. Sedangkan mau beli di eceran harganya naik 200 persen. Kami mempertanyakan komitmen pemerintah dalam mengawasi kemungkinan penimbunan solar yang terjadi atas kelangkaan ini,” tegasnya.

Pernyataan Tarmizi diperkuat Staf Marketing PT Siliwangi Antar Nusa (SAN) Bengkulu Freddy Febrian. Ia menandaskan apabila kelangkaan ini dibiarkan berlarut, maka tidak menutup kemungkinan pihaknya akan menempuh upaya pemogokan. “Tidak mungkin kami melakukan demonstrasi. Kalau persoalan menipisnya stok ini tak teratasi, bisa jadi mogok adalah pilihan,” tandasnya.
Sebagaimana diketahui, kelangkaan solar diprediksikan akan berlangsung hingga akhir tahun.

Hal ini berdasarkan data yang dikeluarkan Pertamina Pulai Baai Bengkulu bila total solar untuk Provinsi Bengkulu pada tahun 2012 ini sebesar 88.265 Kilo liter (Kl) sementara per 15 November 2012 pemakaian telah mencapai 87.156 Kl. Artinya, hanya tersisa sekitar 1.000 Kl lagi stok yang tersedia saat ini. Akibatnya, Pertamina hanya bisa menyalurkan 20 Kl perhari di Kota Bengkulu. Inilah yang menyebabkan antrian panjang di sejumlah SPBU yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Gerak Cepat
Kelangkaan solar yang tak berujung ini membuat Plt Gubernur H Junaidi Hamsyah bergerak cepat. Ia pun menjadwalkan 28 November rapat bersama Pertamina mencari solusinya. “Kita akan mencari solusi kelangkaan solar ini,” ujarnya
Plt gubernur juga telah mengintruksikanĀ  Asisten II Pemprov dan Biro Ekonomi untuk terlebih dulu berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan Pertamina. “Saya belum mengetahui ketersediaan stok solar. Saya belum mendapat laporan dari Pertamina langsung. Informasi baru didapatkan dari media,” cetusnya.

Kondisi di lapangan juga belum kondusif. Antrean panjang masih menjadi pemandangan di setiap SPBU di Bengkulu. Bahkan truk dan bus harus rela menginap untuk mendapatkan solar.(cw1/cw2)