Transmisi dan Gardu Induk Segera Dibangun

Bengkulu

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pembangunan transmisi dan gardu induk listrik dari Curup ke Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu rencananya akan segera dilakukan. Hal ini mengingat kebutuhan listrik di beberapa kabupaten/kota masih kurang. Pembangunan transmisi dan gardu listrik ini dinilai dapat memicu geliat perekonomian di Provinsi Bengkulu.

Asisten II Pemerintah Provinsi (pemprov) Bengkulu, Drs Ari Narsa JS mengatakan Pemerintah Provinsi Bengkulu terus berupaya secepatnya membangun transmisi dan gardu listrik ini.

“Kami berupaya maksimal agar pembangunan transmisi dan gardu listrik ini cepat dilakukan untuk memenuhi pasokan listrik di beberapa daerah di Provinsi Bengkulu,” ujar Ari, kemarin (3/7).
Pembangunan transmisi dan gardu listrik ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan pasokan tenaga listrik di beberapa kabupaten/kota di Bengkulu seperti Kabupaten Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Tengah dan Kota Bengkulu.

“Kami telah berkoordinasi dengan pihak PLN agar pembangunan transmisi dan gardu listrik dapat segera dilakukan agar pasokan listrik cepat terpenuhi,” tambah Ari.

Ari menilai, pasokan listrik yang cukup yang didapat dari pembangunan transmisi dan gardu induk listrik tersebut akan berakibat baik bagi perekonomian Bengkulu.

“Pasokan listrik yang cukup salah, satunya dapat menarik investor untuk berinvestasi di Bengkulu yang akan membuat pertumbuhan ekonomi Bengkulu semakin baik,” terang Ari.
Oleh karena itu, lanjut Ari, pihaknya berupaya agar rencana pembangunan ini tetap berjalan sesuai rencana dengan menggandeng berbagai pihak untuk menjalankan proyek ini.

“Kami berupaya maksimal agar proyek segera dilakukan dan tetap sesuai aturan dengan menggandeng berbagai pihak,” sambung Ari.

Sementara itu, Kepala Divisi Konstruksi Regional Sumatera melalui Manager PLN Area Bengkulu, Paris El Hakim mengatakan pihaknya meminta dukungan kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu agar mempermudah pengurusan izin analisis dampak lingkungan (Amdal), membantu proses pembebasan lahan dan menyeragaman rencana tata ruang daerah.

“Kemudahan pengurusan izin tentu akan sangat membantu dalam pelaksanaan proyek pembangunna ini,” ujar Paris.

Dijelaskan Paris, saat ini beban puncak mencapai 146 MW dengan kapasitas terpasang sekitar 246 MW yang dipasok dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Musi sebesar 213 MW, PLTA Danau Tes sebesar 22 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) S2JB 20,6 MW dan PLTD Sewa 9,6 MW yang dialirkan melalui transmisi 150 kV Pagar Alam-Manna, transmisi 70 kV Danau Tes-Pekalongan Curup-Sukamerindu Bengkulu.

“Melihat pertumbuhan konsumsi listrik Bengkulu per tahun yang mencapai 10%, memang diperlukan pembangunan transmisi dan gardu baru,” jelas Paris.

Lebih jauh Paris juga menjelaskan, transmisi listrik Bengkulu tidka memiliki cadangan, bila perawatan tidak maksimal maka Bengkulu rawan terhadap pemadaman listrik bergilir.

“Pemadaman listrik bergilir sering terjadi karena memang kita tidak memiliki transmisi cadangan lainnya, maka dari itu rencana pembangunan transmisi dan gardu listrik ini harus didukung penuh oleh smeua pihak,” tukas Paris.

Pihak PLN berencana membangun beberapa transmisi dan pembangkit guna menyuplai kebutuhan listrik Bengkulu yakni transmisi 150 kV dan gardu induk yang menghubungkan Bengkulu, Argamakmur dan Mukomuko sepanjang 260 kilometer dan Pembangkit Listrik Mesin Gas (PLTMG) Mukomuko berkapasitas 25 MW.

Selain itu, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Hulu Lais 2×55 MW, PLTA IPP Air Putih 21 MW, PLTA Ketahun 25 MW yang akan menyuplai kebutuhan listrik Bengkulu Utara.
Sementara untuk Bengkulu Selatan, proyek Pembangkit Listrik Mikro Hidro (PLTMH) dengan kapasitas total 130 MW, dan pembangunan transmisi 150 kV dan gardu induk yang menghubungkan Manna dan Bintuhan sepanjang 70 km.(999)