Tragedi Tabrak Tewas, Misteri

SINDANG KELINGI, BE – Tabrakan maut yang menewaskan 3 remaja di jalan lintas Curup-Lubuklinggau, tepatnya di Desa Cahaya Negeri Sabtu malam (14/4) hingga kini masih menjadi misteri. Hingga kemarin (16/4), tim penyidik Unit Laka Sat Lantas Polres Rejang Lebong (RL) masih menyelidiki kasus kecelakaan maut yang menewaskan 3 pemuda asal Kecamatan Binduriang tersebut.Perkembangan data yang diperoleh polisi, motor jenis Honda Revo Nopol BD 4202 KC diketahui dikendarai Heri bin Mat (15), warga Desa Kampung Jeruk, Kecamatan Binduriang yang tewas di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Posisi Redi, korban yang masih selamat dibonceng oleh Heri.”Untuk pengendara Jupiter BG 3064 W, belum jelas. Apakah Riko atauBambang, masih kami selidiki,’’ kata Kapolres RL, AKBP. I Ketut YudhaKaryana, S.Ik melalui Kasat Lantas, AKP. Ruri Roberto, S.Ik melaluiKanit Laka, Ipda. Panehan WS.

Meski banyak spekulasi yang berkembang, terkait keterlibatan sebuah mobil dalam Laka maut tersebut, Panehan menerangkan, penyelidikan polisi menguatkan kecelakaan itu terjadi lantaran kedua motor saling baku hantam. ‘’Posisi kedua motor sama-sama ngebut. Tetapi motor mana yang posisinya salah, masih kami perdalam. Redi, korban yang selamat belum bisa dimintai keterangan banyak karena kondisinya yang masih belum sadar penuh,’’ terang Panehan.Diberitakan sebelumnya, tiga pengendara motor tewas dalam kecelakaan maut tersebut, serta seorang lainya mengalami luka serius dan kritis dirawat di Rumah Sakit M Sobirin Lubuk Linggau. Ketiga korban tewas, diantaranya Heri bin Mat (15), warga Desa Kampung Jeruk, Kecamatan Binduriang, Riko bin Hadis (17) dan Bambang bin Graham (17), keduanya warga Desa Kampung Jeruk, Kecamatan Binduriang. Sementara korban yang masih selamat, Redi bin En (15), warga Desa Simpang Beliti, Kecamatan Binduriang.Data yang berhasil dihimpun koran ini, salah seorang korban tewas, Heri menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan menuju RSUD M Sobirin. Berselang 30 menit, Riko juga meninggal dunia dalam perawatan tim medis. Pagi kemarin, sekitar pukul 06.30 WIB, menyusul Bambang menemui ajal dengan kondisi luka yang cukup serius.

Ketiga korban tewas mengalami cidera berat di bagian kepala serta luka-luka di sekujur tubuh. Bahkan Heri mengalami parah tulang di bagian kaki dan tangan kanan. Begitu juga dengan Riko dan Bambang yang mengalami patah tulang di bagian kaki. Sedangkan Redi mengalami luka robek di bagian wajah, lengan kanan dan paha kiri. (999)